Ada banyak jalan menuju ke Roma. Termasuk ketika ingin meneguhkan bisnis sebagai market leader atau membangun personal branding. Salah satunya dengan membuat op-ed.
Nah, apa itu op-ed? Kita akan bahas sampai tuntas di artikel ini. Mulai dari definisi op-ed, alasan mengapa ia penting, sampai dengan cara membuatnya. Yuk cekidot!
Op-ed kini tidak terbatas ada di media cetak saja, melainkan merambah ke media digital. Hal ini tentunya bermanfaat untuk penulis op-ed karena bisa menjangkau lebih banyak pembaca.
Istilah op-ed sendiri adalah kependekan dari “opposite the editorial page”. Sebetulnya merujuk pada letak publikasi artikel ini di media cetak. Kalau versi bahasa Indonesianya, op-ed ini lebih sering disebut sebagai “tajuk rencana” atau “tajuk opini”.
Contoh op-ed di media cetak Kompas.
Ditambah, ada banyak kalangan yang mengincar kolom satu ini. Mulai dari pemilik bisnis, politisi, akademisi, dan berbagai posisi strategis lainnya. Lalu, kira-kira apa alasannya?
Op-ed biasanya ditulis mengikuti tiga struktur utama: pembuka, isi, dan penutup. Setiap bagiannya perlu ditulis secara singkat, padat, dan jelas.
Jadinya, Anda tak perlu repot trial-error dan melakukan revisi berulang kali.
Apa itu Op-ed?
Op-ed adalah artikel opini yang dimuat di media massa. Biasanya, tulisan ini dibuat oleh tokoh penting atau ahli di suatu bidang. Tujuannya, untuk membagikan pendapat orang tersebut tentang suatu hal. Harapannya opini tersebut bisa mengubah persepsi pembaca atau bahkan mempengaruhi kebijakan pemerintah.
Op-ed kini tidak terbatas ada di media cetak saja, melainkan merambah ke media digital. Hal ini tentunya bermanfaat untuk penulis op-ed karena bisa menjangkau lebih banyak pembaca.
Istilah op-ed sendiri adalah kependekan dari “opposite the editorial page”. Sebetulnya merujuk pada letak publikasi artikel ini di media cetak. Kalau versi bahasa Indonesianya, op-ed ini lebih sering disebut sebagai “tajuk rencana” atau “tajuk opini”.
Apa Pentingnya Op-ed?
Opini mungkin terlihat sebagai format arikel yang simpel. Namun, jangan salah. Op-ed adalah rubrik yang cukup sengit persaingannya. Secara umum, tidak sembarang opini bisa dimuat. Apalagi kalau kita bicara soal media yang sudah besar, seperti Kompas, Tempo, dan Jawa Pos.
Contoh op-ed di media cetak Kompas.
Ditambah, ada banyak kalangan yang mengincar kolom satu ini. Mulai dari pemilik bisnis, politisi, akademisi, dan berbagai posisi strategis lainnya. Lalu, kira-kira apa alasannya?
- Memperjelas brand positioning: op-ed bisa dipakai untuk mengkomunikasikan dengan jelas kelebihan suatu bisnis atau organisasi. Terutama ketika ada banyak bisnis atau organisasi serupa di pasaran, alias persaingannya ketat.
- Membangun reputasi sebagai ahli: penulisan op-ed tidak sembarangan. Harus ada data atau pengalaman relevan dari si penulis untuk membangun opini yang ditulis. Itu mengapa, publikasi op-ed di media ternama bisa mengukuhkan penulis atau organisasinya sebagai ahli.
- Mendapatkan eksposur lebih luas: op-ed terutama yang dipublikasikan di media massa ternama akan mendatangkan lebih banyak pembaca. Baik dari jumlahnya, maupun kualitasnya.
- Menambah kesan personal: bagaimanapun juga opini ditulis oleh individu, sehingga bahasanya lebih personal dan berbeda dari siaran pers public relations. Dari sifat personal inilah, pembaca lebih bisa teryakinkan. Apalagi kalau penulis bisa merangkai storytelling yang apik.
Bagaimana Cara Membuat Op-ed?
Lantas, bagaimana caranya menulis op-ed yang baik dan menarik? Simak triknya berikut ini:1. Pahami formatting dan ciri-ciri op-ed yang bagus
Sebelum buru-buru menulis op-ed, ada baiknya Anda pelajari dulu artikel-artikel yang sudah dipublikasikan di media besar. Hal ini akan memudahkan Anda dalam meramu alur cerita di artikel Anda.
Op-ed biasanya ditulis mengikuti tiga struktur utama: pembuka, isi, dan penutup. Setiap bagiannya perlu ditulis secara singkat, padat, dan jelas.
Jadinya, Anda tak perlu repot trial-error dan melakukan revisi berulang kali.








