Cara Masuk Top List dan Top Local Gems di Google Maps

Last Updated
Read
TABLE OF CONTENTS

Google Maps kini tidak hanya digunakan untuk mencari alamat atau petunjuk jalan. Platform ini juga menjadi salah satu tempat pengguna menemukan restoran, kafe, hotel, toko, hingga berbagai bisnis lokal sebelum menentukan pilihan.

Bagi pemilik bisnis, muncul dalam rekomendasi Google Maps dapat memberikan exposure tambahan kepada calon pelanggan yang memang sedang mencari tempat di area tertentu. Google sendiri telah memperkenalkan beberapa kategori rekomendasi seperti Trending, Top, dan Gems untuk membantu pengguna menemukan tempat yang sedang populer, konsisten disukai, atau masih menjadi hidden gem.

Top List dan Top Local Gems di Google Maps

Namun, tidak ada tombol khusus untuk mendaftarkan bisnis agar langsung masuk ke dalam kategori tersebut. Karena itu, strategi yang lebih relevan adalah membangun local presence melalui Google Maps sekaligus memperkuat reputasi bisnis di berbagai sumber digital, termasuk website, media lokal, dan publikasi pihak ketiga.

Memahami Top List dan Top Local Gems di Google Maps

Sebelum menyusun strategi, pahami dulu bagaimana masing-masing kategori di Google Maps bekerja.

Google menjelaskan bahwa Trending menampilkan tempat yang belakangan mengalami peningkatan popularitas di Maps. Top berisi tempat yang secara konsisten disukai komunitas Google Maps, sedangkan Gems ditujukan untuk tempat yang dianggap menarik tetapi belum banyak dikenal.

Memahami Top List dan Top Local Gems di Google Maps (1)

Daftar ini merupakan bagian dari sistem rekomendasi Google Maps. Saat pertama diperkenalkan, fitur tersebut tersedia di sejumlah kota di Amerika Serikat dan Kanada. Ketersediaan dan tampilannya pun dapat berbeda berdasarkan wilayah serta perkembangan fitur Google.

Jadi, Top maupun Gems bukan posisi yang bisa dibeli atau diajukan bisnis melalui formulir tertentu.

Tidak Ada Cara Instan untuk Masuk Top List

Google tidak menyediakan mekanisme pendaftaran khusus bagi bisnis yang ingin masuk ke Top atau Gems. Daftar tersebut merupakan bagian dari pengalaman rekomendasi di Google Maps yang dipengaruhi popularitas dan kontribusi komunitas.

Bagi bisnis, fokus yang lebih masuk akal adalah memperkuat hal-hal yang memang bisa dikendalikan, seperti kelengkapan profil, pengalaman pelanggan, review, foto, dan reputasi brand di luar Google Maps.

Ini juga sejalan dengan cara orang mencari bisnis saat ini. Calon pelanggan tidak hanya melihat Maps, tetapi juga website, social media, direktori, media lokal, hingga artikel yang membahas sebuah tempat.

1. Lengkapi Google Business Profile

Lengkapi Google Business Profile

Fondasi pertama adalah memastikan informasi bisnis di Google Business Profile akurat dan selalu diperbarui.

Nama bisnis, kategori, alamat, nomor telepon, jam operasional, website, foto, dan informasi lainnya perlu dibuat konsisten. Jika terdapat perubahan jam operasional atau alamat, segera lakukan pembaruan agar calon pelanggan tidak mendapatkan informasi yang keliru.

Konsistensi juga perlu dijaga di luar Google. Nama, alamat, dan informasi kontak yang sama pada website, social media, direktori, serta media online membantu membangun identitas bisnis yang lebih jelas di internet.

2. Bangun Review yang Autentik

Bangun Review yang Autentik

Review membantu calon pelanggan mendapatkan gambaran tentang pengalaman orang lain. Rating memang menjadi salah satu hal pertama yang terlihat, tetapi isi review juga penting karena memberikan konteks mengenai produk, layanan, atau pengalaman di lokasi tersebut.

Bisnis dapat mendorong pelanggan untuk memberikan feedback secara natural setelah menggunakan produk atau layanan. Hindari membeli review, membuat ulasan palsu, atau memberikan insentif yang dapat memengaruhi penilaian pelanggan.

Review yang informatif dan berasal dari pengalaman nyata akan jauh lebih berguna bagi calon pelanggan.

3. Gunakan Foto yang Relevan dan Aktual

Gunakan Foto yang Relevan dan Aktual

Foto membantu calon pelanggan mengetahui seperti apa sebuah bisnis sebelum mereka datang.

Restoran, misalnya, dapat menampilkan makanan, interior, eksterior, dan suasana tempat. Hotel dapat menunjukkan kamar dan fasilitas, sementara toko dapat memperlihatkan produk serta area tokonya.

Tidak semua foto harus berupa materi promosi. Foto yang menggambarkan kondisi sebenarnya justru dapat memberikan informasi yang lebih relevan.

Foto yang diunggah pelanggan juga bisa melengkapi visual dari bisnis dan memberikan sudut pandang yang lebih beragam.

4. Bangun Popularitas Secara Konsisten

Ingin meningkatkan peluang mendapatkan exposure dari kategori seperti Top atau Trending? Jangan hanya mengandalkan satu momen viral.

Google menjelaskan bahwa Trending berkaitan dengan peningkatan popularitas, sementara Top berkaitan dengan tempat yang secara konsisten disukai komunitas Maps.

Artinya, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Bisnis perlu menjaga kualitas produk, pelayanan, pengalaman pelanggan, dan aktivitas pemasaran secara konsisten, bukan sekadar mengejar lonjakan perhatian dalam waktu singkat.

5. Perkuat Eksistensi Brand di Luar Google Maps

Local SEO tidak berhenti di Google Maps. Reputasi bisnis juga terbentuk dari berbagai sumber yang ditemukan pelanggan di internet.

Media lokal, website kuliner, portal lifestyle, media daerah, dan publikasi industri dapat membantu memperkenalkan bisnis kepada audiens yang relevan. Restoran di Bandung, misalnya, dapat memperoleh exposure melalui media kuliner atau media lokal yang memang membahas tempat makan di Bandung.

Publikasi tersebut tentu bukan tiket otomatis untuk masuk Top atau Gems. Namun, keberadaan bisnis di berbagai sumber yang relevan dapat memperluas local brand presence sekaligus memberi calon pelanggan informasi tambahan di luar profil Google.

6. Manfaatkan Top Places List di Google Search 

Ada satu fitur lain yang menarik untuk diperhatikan, yaitu Top Places List di Google Search. Fitur ini berbeda dari kategori Top atau Gems di Google Maps.

Google menjelaskan bahwa ketika bisnis dengan lokasi fisik disebut dalam daftar online seperti “Top 10 Restaurants in Jakarta”, daftar tersebut dapat memenuhi syarat untuk ditampilkan sebagai hasil khusus di Google Search. Namun, website yang menerbitkan daftar tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Google mensyaratkan agar daftar: 

  • Dikurasi oleh penyedia konten.
  • Bersifat genuine atau benar-benar dibuat sebagai rekomendasi.
  • Independen dan tidak disponsori.
  • Tidak hanya berisi kalimat template yang dibuat dari data atau metrik otomatis.
  • Tidak mengandung bahasa vulgar atau berpotensi menyinggung.

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas website yang membuat listing juga perlu diperhatikan. Publikasi dari media lokal atau website niche yang benar-benar melakukan kurasi tentu berbeda dengan daftar otomatis yang hanya mengumpulkan nama bisnis berdasarkan data. 

Baca juga: ChatGPT Ads Tambah Fitur Conversion Optimization, Apa Dampaknya bagi Strategi Digital Marketing?

Perkuat Local SEO dan Reputasi melalui Media 

Google Maps akan lebih kuat jika didukung website dengan informasi lokal yang jelas dan konsisten. Pastikan alamat, nomor telepon, jam operasional, area layanan, serta informasi lokasi tersedia dengan baik. Untuk bisnis dengan banyak cabang, halaman khusus untuk setiap lokasi juga dapat membantu pengguna dan search engine memahami hubungan antara brand, layanan, dan lokasinya.

Di sisi lain, publikasi media dapat membantu memperluas reputasi bisnis. Media lokal menawarkan kedekatan dengan audiens di wilayah tertentu, sedangkan media niche dapat memberikan konteks yang lebih spesifik mengenai bisnis dan industrinya.

Namun, jangan sekadar mengejar jumlah publikasi. Google menekankan bahwa Top Places List harus berasal dari konten yang dikurasi, genuine, independen, dan bukan daftar otomatis. Pilih media yang relevan, memiliki audiens nyata, dan mampu memberikan konteks editorial mengenai bisnis.

Dengan pendekatan tersebut, upaya local SEO tidak hanya berfokus pada bagaimana bisnis muncul di Google Maps, tetapi juga bagaimana brand dikenal dan dipercaya di berbagai sumber online.

Bangun Local Visibility secara Menyeluruh

Pada akhirnya, cara masuk Top List atau Top Local Gems bukan tentang mencari jalan pintas untuk mendapatkan label tertentu di Google Maps. Bisnis perlu membangun reputasi yang memang layak ditemukan dan direkomendasikan.

Google Maps menjadi salah satu aset penting, tetapi website, review pelanggan, media lokal, publikasi niche, social media, dan direktori bisnis juga dapat menjadi bagian dari ekosistem local visibility.

Untuk memperkuat eksistensi brand melalui publikasi digital, Seedbacklink menyediakan berbagai layanan seperti jasa backlink, jasa backlink media, dan jasa press release. Strategi tersebut dapat membantu memperluas jangkauan publikasi sekaligus membangun otoritas website melalui sumber yang relevan.

Dengan menggabungkan optimasi Google Business Profile, review autentik, local SEO, dan publikasi dari media yang tepat, bisnis dapat membangun jejak digital yang lebih kuat. Bukan hanya untuk meningkatkan peluang ditemukan di Google Maps, tetapi juga untuk memperluas brand visibility di seluruh ekosistem pencarian Google.

Beri nilai artikel ini:
4.7/5 - (90 votes)
Tandai kami agar artikel terbaru kami selalu muncul untuk Anda.
Articles you’ll love