Pernahkah Anda membuat kartu anggota dari sebuah brand hanya untuk mendapatkan diskon khusus atau layanan tambahan? Atau mungkin Anda pernah mengikuti program loyalitas, seperti mengumpulkan poin setiap kali berbelanja, lalu menukarkannya dengan hadiah atau voucher menarik? Hal-hal seperti ini bukanlah kebetulan,. itulah strategi yang disebut Customer Relationship Management (CRM).
CRM menjadi alat penting bagi bisnis untuk memahami perilaku belanja, preferensi, dan pola interaksi pelanggan. Semua informasi ini digunakan untuk menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan dan sesuai bagi Anda. Hasil akhirnya tidak hanya meningkatkan kepuasan Anda, tetapi juga membentuk brand lotalty yang berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis. Ingat bisnis yang menguntungkan adalah bisnis yang tingkat transaksi pelanggannya berulang, bukan hanya sekali beli saja!
Customer Relationship Management (CRM) biasanya ditopang oleh sistem digital dan pengelolaan data pelanggan. Dengan itu, brand dapat memahami perilaku pelanggan, preferensi belanja, hingga pola interaksi dengan produk atau layanan. Semua informasi ini membantu brand untuk memberikan pengalaman yang lebih personal dan relevan kepada setiap pelanggan.
Tetapi, pernahkah Anda berpikir bahwa ada brand yang bisa menjadikan pelanggan sebagai “investor”? Secara fakta dan data, itu memang terjadi. Salah satu contoh sukses implementasi CRM datang dari Starbucks melalui program Starbucks Rewards yang terintegrasi dengan Starbucks Card.
Berikut merupakan penjabaran berbagai aspek tentang Starbucks Card yang perlu Anda tahu:
Memahami Program Starbucks Card
Starbucks Card adalah kartu prabayar yang memungkinkan pelanggan menyetor sejumlah dana terlebih dahulu, lalu menggunakannya sebagai alat pembayaran khusus di gerai Starbucks. Melalui kartu ini, pelanggan bisa menikmati berbagai keuntungan seperti pengumpulan poin, akses promosi eksklusif, hingga layanan khusus yang membuat pengalaman belanja lebih personal dan menyenangkan.
Berikut merupakan penjabaran berbagai aspek tentang Starbucks Card yang perlu Anda tahu:
-
Prepaid Model
-
Saldo Mengendap
-
Peningkatan Pembelian
Sebesar Apa UDS 1,6 Miliar?
Jika kita bisa berandai-andai atau menganalogikan penggunaan “dana segar” yang ada di kartu Starbucks Amerika Serikat, kurang lebih di bawah ini gambarannya:- Jika rata-rata biaya pembangunan satu gerai Starbucks sekitar USD 350.000–550.000, dana sebesar USD 1,6 miliar bisa digunakan untuk membuka 2.900–4.500 gerai baru.
- Pengeluaran operasional Starbucks (termasuk gaji, logistik, maupun bahan baku), dana Rp 25 triliun dapat menopang biaya operasional selama beberapa bulan. Hal tersebut tentu sangat penting bila ada situasi krisis ekonomi atau gangguan rantai pasok. Likuiditas yang besar bisa menjaga keamanan bisnis dan fleksibilitas untuk bertahan serta beradaptasi di kondisi yang tidak diinginkan.
- Dana sebesar itu juga dapat digunakan untuk mengakuisisi Startup teknologi F&B yang fokus pada personalisasi pemesanan, AI untuk prediksi stok, pengembangan aplikasi mobile, atau akuisi beberapa perusahaan lain yang bisa menopang serta menunjang perkembangan bisnis.








