Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 dikenal sebagai digital natives. Dalam artian, mereka adalah generasi yang tumbuh dalam lingkungan digital di mana internet dan media sosial sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Hal itu terlihat dari waktu yang dihabiskan di internet yang menyentuh lebih dari 10,6 jam per hari secara rata-rata.
Generasi Z mengandalkan berbagai platform untuk berkomunikasi, mencari hiburan, dan menemukan informasi. Namun, seiring perkembangan banyaknya pilihan platform dan perubahan pola perilaku di internet, kita bisa rumuskan sebuah pertanyaan besar apakah Generasi Z mulai meninggalkan Google dalam melakukan pencarian serta menemukan informasi di internet? Mari kita ulas secara lebih dalam!
Begitu besarnya dominasi Google sebagai pasar mesin pencari global, bahkan, istilah “googling” telah menjadi sinonim dari aktivitas mencari informasi di internet.
Namun, kini dominasi Google sudah mendapat tantangan serius dari platform Artificial intelligence (AI), termasuk ChatGPT. Berdasarkan berbagai survei dan penelitian, Generasi Z (Gen Z) menunjukkan tingkat adopsi yang tinggi terhadap teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Google Workspace melaporkan bahwa 93% responden Gen Z, yang berusia antara 22 hingga 27 tahun menggunakan setidaknya dua alat AI, termasuk ChatGPT setiap minggunya. Selain itu, survei Adobe Analytics mengungkapkan bahwa 75% pekerja Gen Z menggunakan AI generatif dalam pekerjaan.
Google akan menampilkan beberapa page atau halaman yang relevan sebagai referensi atas pencarian yang Anda lakukan.
Dari gambar di atas, bisa dilihat jika AI seperti ChatGPT memberikan langsung pencarian yang Anda butuhkan. Jika Anda ingin mengecek kredibilitas sumber datanya, barulah Anda bisa mengklik “sumber” di jawaban ChatGPT untuk menelusuri halaman tersebut.
Tentu, Google mengetahui kondisi tersebut dan melakukan inovasi yang relevan. Makanya, jika saat ini Anda melakukan pencarian, maka Google akan menampilkan jawaban AI pada bagian atas yang bisa Anda lihat secara langsung tanpa harus masuk ke page yang relevan atas pencarian Anda. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini:
Dengan adanya AI Overview Gemini yang ditampilkan Google, Anda bisa mendapatkan jawaban secara langsung sama seperti di ChatGPT. AI Overview ini merupakan inovasi dari Google agar selalu relavan di mana saat ini kita sudah memasuki era AI.
Google mulai menambahkan tab Short Videos dalam hasil pencariannya sejak beberapa waktu kebelakang. Fitur ini muncul sebagai respons terhadap tren konten video pendek yang semakin populer, terutama di kalangan Gen Z yang aktif menggunakan platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.
Tantangan Google Di Tengah Dominasi AI
Sejak diluncurkan pada tahun 1998 oleh Larry Page dan Sergey Brin, Google tidak hanya merevolusi teknologi pencarian internet, tetapi juga berhasil mendominasi pasar mesin pencari global dengan pangsa pasar mencapai lebih dari 90% (menurut StatCounter, 2024). Kesuksesan ini tidak lepas dari algoritma PageRank sebagai pondasi, sebuah sistem canggih yang mengurutkan hasil pencarian berdasarkan relevansi dan kredibilitas, bukan sekadar kata kunci.
Begitu besarnya dominasi Google sebagai pasar mesin pencari global, bahkan, istilah “googling” telah menjadi sinonim dari aktivitas mencari informasi di internet.
Namun, kini dominasi Google sudah mendapat tantangan serius dari platform Artificial intelligence (AI), termasuk ChatGPT. Berdasarkan berbagai survei dan penelitian, Generasi Z (Gen Z) menunjukkan tingkat adopsi yang tinggi terhadap teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Google Workspace melaporkan bahwa 93% responden Gen Z, yang berusia antara 22 hingga 27 tahun menggunakan setidaknya dua alat AI, termasuk ChatGPT setiap minggunya. Selain itu, survei Adobe Analytics mengungkapkan bahwa 75% pekerja Gen Z menggunakan AI generatif dalam pekerjaan.
Strategi Google Di Era AI
Mesin pencari berbasis AI semakin menarik perhatian dan digunakan banyak orang termasuk Gen Z, menawarkan pendekatan yang berbeda karena lebih cepat dan lebih personal. Ingin lihat perbedaannya? Di bawah ini merupakan contoh hasil yang ditampilkan Google bila Anda melakukan pencarian ketika beberapa waktu yang lalu.
Google akan menampilkan beberapa page atau halaman yang relevan sebagai referensi atas pencarian yang Anda lakukan.
- Google mengurutkan page atau konten di SERP berdasarkan relevansi, kualitas, dan kesesuaian dengan kueri pencarian Anda. Namun, Google juga menggunakan semantic search (pemahaman konteks), sehingga konten dengan topik terkait juga bisa muncul meski tidak persis sama dengan kata kunci.
- Jadi, konten yang bermanfaat, mendalam, dan menjawab kebutuhan Anda (search intent) akan lebih diutamakan pada urutan pertama. Namun, Anda tetap harus mengklik page tersebut untuk mendapatkan data atau informasi yang Anda Cari.
Dari gambar di atas, bisa dilihat jika AI seperti ChatGPT memberikan langsung pencarian yang Anda butuhkan. Jika Anda ingin mengecek kredibilitas sumber datanya, barulah Anda bisa mengklik “sumber” di jawaban ChatGPT untuk menelusuri halaman tersebut.
Tentu, Google mengetahui kondisi tersebut dan melakukan inovasi yang relevan. Makanya, jika saat ini Anda melakukan pencarian, maka Google akan menampilkan jawaban AI pada bagian atas yang bisa Anda lihat secara langsung tanpa harus masuk ke page yang relevan atas pencarian Anda. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini:
Dengan adanya AI Overview Gemini yang ditampilkan Google, Anda bisa mendapatkan jawaban secara langsung sama seperti di ChatGPT. AI Overview ini merupakan inovasi dari Google agar selalu relavan di mana saat ini kita sudah memasuki era AI.
Selain AI, Gen Z Menyukai Pencarian Berbasis Visual!
Penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z menggunakan Google 25% lebih sedikit dibandingkan Generasi X. Sebanyak 46% dari mereka lebih memilih platform media sosial untuk pencarian, terutama dalam topik-topik yang bersifat gaya hidup dan tren kekinian. Generasi Z cenderung lebih menyukai hasil pencarian yang bersifat visual dan interaktif. Mereka menganggap konten berbentuk video atau gambar lebih menarik dibandingkan teks panjang yang mendominasi. Hal tersebut yang mendasari mengapa platform media sosial seperti TikTok dan Instagram mulai mengambil peran yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka. Alih-alih mengetik pertanyaan di Google, banyak anak muda kini memilih menelusuri pencarian dan hashtag di TikTok untuk mencari rekomendasi makanan, tutorial makeup, ulasan produk, hingga tips karir. Selain itu, laporan dari SOCI, sebuah vendor teknologi pemasaran mengungkapkan bahwa Instagram menjadi pilihan utama bagi Generasi Z dalam pencarian, dengan 67% responden menggunakan platform tersebut, diikuti oleh TikTok (62%) dan Google (61%). Strategi Google untuk Relevan dengan Gen Z
Menghadapi pola perilaku tersebut, Google juga mencoba adatif dan inovatif untuk tetap relevan di Generasi Z. Hal tersebut terlihat dengan adanya kolom “Short Video” pada hasil kolom hasil pencarian, di mana Anda bisa melihat konten video pendek di Tiktok dan Instagram.
Google mulai menambahkan tab Short Videos dalam hasil pencariannya sejak beberapa waktu kebelakang. Fitur ini muncul sebagai respons terhadap tren konten video pendek yang semakin populer, terutama di kalangan Gen Z yang aktif menggunakan platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.
- Dengan menampilkan konten video pendek, hasil pencarian menjadi lebih menarik secara visual yang tentu memudahkan pengguna mendapatkan informasi dengan cepat melalui format yang lebih dinamis.
- Google kini mampu menampilkan konten viral atau populer dari berbagai platform, memberikan pengguna akses instan ke tren terkini tanpa harus membuka aplikasi lain secara terpisah.
- Anda sebagai pengguna kini memiliki lebih banyak opsi format konten, memungkinkan memilih antara artikel, video panjang, atau video pendek sesuai preferensi.








