Jika kamu pengguna aktif social media, tentu istilah “repost” sudah tidak asing lagi di telinga. Istilah ini bukan hanya sering muncul di Instagram saja, namun juga di Facebook, TikTok, X atau Twitter, hingga platform konten profesional seperti LinkedIn. Tapi, sudah tahukah kamu apa artinya repost?
Repost merupakan kata bahasa Inggris yang artinya mengunggah ulang atau membagikan kembali. Namun, bukan sekadar nama dari sebuah fitur semata, repost ternyata memiliki arti yang lebih dalam jika dilihat dari sudut pandang digital marketing. Repost bahkan juga menjadi salah satu metrik untuk mengukur kesuksesan dari strategi social media marketing (SMM).
Untuk memahami apa itu repost serta fungsinya dalam strategi digital marketing, mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Repost atau posting ulang adalah tindakan yang memungkinkan pengguna memilih suatu konten atau postingan di media sosial dengan tujuan disebarkan secara lebih luas lagi. Konten yang diposting ulang ini tidak hanya berasal dari akun pengguna lain, namun juga bisa dari konten milik akun pribadi. Adapun konteksnya bisa dalam bentuk gambar, video, tulisan, atau sebuah tautan.
Di platform media sosial, fitur repost ditandai dengan ikon khusus agar memudahkan pengguna untuk posting ulang konten yang mereka inginkan. Istilah yang dipakai di setiap media sosial juga berbeda, misalnya di X repost dikenal dengan istilah "retweet", di Facebook dikenal sebagai "share" atau "bagikan", sementara di Instagram disebut "reposts" atau "add post to your story".
Apa itu Repost?
Repost atau posting ulang adalah tindakan yang memungkinkan pengguna memilih suatu konten atau postingan di media sosial dengan tujuan disebarkan secara lebih luas lagi. Konten yang diposting ulang ini tidak hanya berasal dari akun pengguna lain, namun juga bisa dari konten milik akun pribadi. Adapun konteksnya bisa dalam bentuk gambar, video, tulisan, atau sebuah tautan.
Di platform media sosial, fitur repost ditandai dengan ikon khusus agar memudahkan pengguna untuk posting ulang konten yang mereka inginkan. Istilah yang dipakai di setiap media sosial juga berbeda, misalnya di X repost dikenal dengan istilah "retweet", di Facebook dikenal sebagai "share" atau "bagikan", sementara di Instagram disebut "reposts" atau "add post to your story".
Alasan Pengguna Melakukan Repost
Oleh sebagian pengguna media sosial, fitur repost memang kerap digunakan sekadar sebagai hiburan dengan alasan personal saja. Misalnya untuk mengekspresikan diri, membagikan informasi bermanfaat, berbagi humor, mencari dukungan, menunjukkan apresiasi, membangun koneksi, hingga sebagai cara sederhana untuk membentuk branding di media sosial. Namun, bagi brand, konten kreator, hingga akun bisnis lainnya, repost termasuk salah satu bagian dari strategi organik di pemasaran media sosial. Bahkan, repost sering masuk ke dalam KPI (Key Performance Indicator) dari sebuah kampanye SMM seperti UGC campaign, giveaway, hingga KOL campaign. Pada tim pemasaran atau jasa KOL, metrik ini biasanya masuk ke dalam kategori engagement metrics (metrik keterlibatan) dan amplification (perluasan jangkauan).Fungsi Repost Bagi Bisnis
Mengetahui bahwa repost di digital marketing memiliki arti yang jauh lebih dalam, untuk itu mari pahami fungsi-fungsi utama repost untuk bisnis:- Memperluas jangkauan brand (reach) kepada audiens atau target pelanggan secara organik.
- Meningkatkan interaksi dan engagement karena audiens merasa lebih dihargai.
- Membangun kepercayaan audiens melalui user generated content(UGC).
- Membangun hubungan dengan komunitas online, sehingga akan membuka peluang berkolaborasi di masa depan.
- Meningkatkan kredibilitas brand dengan menunjukkan kepada audiens bahwa brand tersebut up-to-date dengan informasi tertentu.
- Lebih mengefisienkan waktu yang cukup padat untuk memproduksi konten baru, sehingga juga menghemat biaya konten.
Cara Efektif Menggunakan Fitur Repost
Bagi brand, konten kreator, influencer, atau KOL, menggunakan fitur repost yang bertujuan untuk strategi pemasaran harus dilakukan dengan efektif. Kamu bisa ikuti beberapa tips berikut ini:1. Pahami Teknis Repost Setiap Media Sosial
Setiap platform media sosial memiliki cara kerja fitur repost yang berbeda-beda. Karena itu, penting untuk memahami teknis atau cara kerja fitur ini di setiap media sosial.Cara Repost di Instagram:
- Repost dari feed Instagram ke story.
- Menggunakan aplikasi pihak ketiga.
- Capture dan repost secara manual di feeds atau story.
- Menggunakan fitur kolaborasi.
- Repost story ketika di-mention akun lain.
Cara Repost di X atau Twitter:
- Retweet standar di timeline
- Quote tweet dengan menambahkan komentar sendiri saat melakukan retweet.
- Retweet dari direct message(DM).
Cara Repost di Facebook:
- Membagikan postingan yang ada di beranda Facebook.
- Membagikan postingan ke story
- Membagikan tautan dari luar platform
- Menggunakan ikon "share"dari situs web Facebook.
- Membagikan postingan melalui Messenger.








