Glossary

Cara Menghitung ROI dalam Campaign Marketing dan Contohnya

Pelajari rumus ROI, contoh perhitungan campaign marketing, perbedaannya dengan ROAS, dan cara mengevaluasi hasil investasi marketing.

ROI
Daftar isi

Budget campaign mudah dicatat, tetapi keuntungan yang benar-benar dihasilkan sering kali baru terlihat setelah data penjualan terkumpul. Tanpa perhitungan ROI, brand sulit menilai apakah biaya marketing sudah menghasilkan keuntungan atau justru mengurangi margin bisnis.

ROI (return on investment) membantu membandingkan keuntungan dengan biaya yang dikeluarkan. Bagi marketer, metrik ini dapat menjadi pertimbangan saat mengevaluasi performa campaign dan menentukan alokasi budget berikutnya.

Apa Itu ROI?

ROI (return on investment) adalah metrik untuk mengukur keuntungan atau kerugian dari suatu investasi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Dalam campaign marketing, perhitungannya dapat mencakup biaya ads, produksi content, honor creator, dan tools pendukung.

Hasil ROI biasanya dinyatakan dalam persentase. Angka positif menunjukkan keuntungan berdasarkan komponen yang dihitung, sedangkan angka negatif menunjukkan bahwa hasilnya belum menutup biaya investasi.

3 Komponen yang Perlu Dihitung dalam ROI

Sebelum menghitung ROI, pastikan tiga komponen berikut sudah ditentukan.

1. Total Biaya Campaign

Hitung seluruh biaya yang berkaitan dengan campaign, termasuk ads, produksi content, honor creator, dan tools. Biaya tenaga kerja internal juga dapat dimasukkan jika tersedia datanya.

Baca juga: 8 Tugas Marketing dan Keterampilan yang Dibutuhkan agar Hasil Campaign Terukur

2. Keuntungan dari Campaign

Gunakan laba kotor, bukan pendapatan mentah. Laba kotor diperoleh dengan mengurangi pendapatan dengan harga pokok produk. Pastikan juga metode atribusi yang digunakan dapat menghubungkan hasil penjualan dengan campaign terkait.

3. Periode Pengukuran

Tentukan periode pengukuran sebelum campaign dimulai. Misalnya, brand dapat menetapkan jendela atribusi tertentu setelah campaign berakhir untuk memperhitungkan pembelian yang tidak terjadi secara langsung.

Rumus dan Contoh Perhitungan ROI

ROI dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

  • ROI = ((Laba Kotor - Total Biaya) / Total Biaya) × 100%

Misalnya, sebuah brand menjalankan campaign dengan total biaya Rp50 juta, termasuk biaya ads sebesar Rp40 juta. Campaign menghasilkan pendapatan Rp200 juta, tetapi margin kotor yang berbeda menghasilkan ROI yang berbeda pula.

043054d1-1dd9-465c-b56d-b9cce54433fc.webp

Pada skenario A, laba kotor Rp80 juta dikurangi biaya Rp50 juta menghasilkan keuntungan Rp30 juta. Setelah dibagi total biaya, ROI mencapai 60%.

Sebaliknya, skenario B menghasilkan laba kotor Rp40 juta. Setelah dikurangi biaya Rp50 juta, campaign mengalami kerugian Rp10 juta atau ROI sebesar -20%.

Catatan: angka di atas merupakan ilustrasi. Perhitungan menggunakan laba kotor dari penjualan yang diatribusikan ke campaign dan total biaya campaign.

Perbedaan ROI dan ROAS

ROI dan ROAS (return on ad spend) sama-sama digunakan untuk mengevaluasi performa marketing, tetapi keduanya memiliki fungsi berbeda.

b362dc37-fc27-42b6-9152-e1c4bccd8f78.webp

Dalam ilustrasi sebelumnya, pendapatan Rp200 juta dibagi biaya ads Rp40 juta menghasilkan ROAS sebesar 5 kali atau 500% pada kedua skenario. Namun, ROI skenario A mencapai 60%, sedangkan skenario B -20%.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa ROAS tinggi tidak otomatis berarti campaign menguntungkan. Marketer perlu membaca ROAS bersama margin dan biaya lain untuk memahami hasil bisnis secara menyeluruh.

Baca juga: Apa Itu KPI dan Cara Menyusunnya agar Campaign Mudah Diukur

Praktik Pengukuran ROI Terbaru

Contoh berikut menunjukkan mengapa brand perlu memahami definisi metrik yang digunakan oleh platform dan memastikan pengukurannya sesuai dengan tujuan bisnis.

1. ROI Protection pada TikTok Shop Ads

Menurut halaman bantuan TikTok Ads yang disebut diperbarui pada September 2026, fitur ROI protection untuk campaign GMV Max memberikan kredit ads apabila ROI turun di bawah 90% dari target harian, dengan persyaratan tertentu.

Namun, brand perlu memeriksa definisi metrik yang digunakan platform. Jika perhitungannya membandingkan gross revenue dengan biaya ads, hasil tersebut lebih menyerupai ROAS daripada ROI berbasis keuntungan. Untuk menghitung ROI bisnis, brand tetap perlu memperhitungkan harga pokok dan biaya terkait lainnya.

2. Tantangan Pengukuran ROI Lintas Channel

Dalam siaran pers pada 9 Oktober 2025, Nielsen menyebut bahwa 85% marketer yakin dapat mengukur ROI, tetapi hanya 32% yang mengukurnya secara menyeluruh di media tradisional dan digital.

Temuan ini menyoroti tantangan atribusi lintas channel. Brand perlu menyepakati definisi ROI, mengintegrasikan sumber data yang relevan, dan menentukan cara menghubungkan hasil campaign dengan penjualan. Angka Nielsen tersebut tetap perlu dibaca sesuai cakupan survei yang digunakan.

3. Membaca ROI Bersama ROAS

Kembali ke ilustrasi sebelumnya, kedua skenario menghasilkan ROAS 5 kali, tetapi ROI-nya berbeda karena margin kotor tidak sama. ROAS dapat membantu marketer mengevaluasi efisiensi ads, sedangkan ROI membantu menilai hasil investasi setelah biaya yang diperhitungkan.

Karena itu, kedua metrik sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan. Jangan mengandalkan satu angka untuk menyimpulkan keseluruhan performa campaign.

Kesalahan Umum dalam Menghitung ROI

Tiga kesalahan berikut dapat membuat hasil perhitungan tidak mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya.

1. Menganggap Pendapatan sebagai Keuntungan

Pendapatan belum dikurangi harga pokok produk dan biaya terkait. Gunakan dasar perhitungan yang konsisten agar ROI tidak terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.

2. Tidak Memasukkan Seluruh Biaya

Biaya produksi content, honor creator, tools, dan tenaga kerja dapat memengaruhi hasil investasi. Jika biaya tersebut relevan tetapi tidak dicatat, hasil ROI berisiko terlalu optimistis.

3. Menghentikan Pengukuran Terlalu Cepat

Tidak semua campaign menghasilkan penjualan secara langsung. Campaign yang berfokus pada brand awareness, misalnya, dapat memengaruhi keputusan pembelian pada periode berikutnya. Tentukan jendela pengukuran yang sesuai dengan buying cycle dan tujuan campaign.

Pertanyaan Seputar ROI

1. Berapa ROI yang Dianggap Baik?

Tidak ada standar yang berlaku untuk semua bisnis. ROI positif menunjukkan keuntungan berdasarkan rumus dan komponen yang digunakan, tetapi target yang layak tetap bergantung pada margin, risiko, dan tujuan investasi.

2. Apakah ROI Bisa Digunakan untuk Campaign Brand Awareness?

Bisa, tetapi pengukurannya lebih kompleks karena dampak campaign tidak selalu langsung terlihat pada penjualan. Brand dapat menggunakan metrik pendamping seperti brand search, qualified traffic, dan perubahan konversi dalam periode yang sesuai.

3. Apakah ROAS Tinggi Berarti ROI Juga Tinggi?

Tidak selalu. ROAS hanya membandingkan pendapatan yang diatribusikan ke ads dengan biaya ads. Harga pokok produk dan biaya lain dapat membuat ROI jauh lebih rendah, bahkan negatif.

Checklist Sebelum Menghitung ROI

Sebelum menyimpulkan performa campaign, pastikan tiga hal berikut sudah dilakukan:

  • Catat seluruh biaya: masukkan biaya ads, produksi, creator, dan tools yang relevan.

  • Gunakan dasar keuntungan yang konsisten: bedakan pendapatan dengan laba kotor.

  • Tetapkan periode pengukuran: sesuaikan dengan buying cycle dan metode atribusi campaign.

ROI membantu marketer menilai hasil investasi secara lebih terukur, tetapi angka tersebut tetap perlu dibaca bersama metrik lain. Dengan definisi, biaya, dan periode pengukuran yang konsisten, brand dapat membuat keputusan budget berdasarkan hasil yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Bangun Social Proof untuk Mendukung Performa Campaign

Kepercayaan calon customer dapat memengaruhi keputusan pembelian, terutama ketika mereka mencari validasi sebelum memilih produk. Melalui panel seedbacklink, brand dapat menjajaki kolaborasi dengan Key Opinion Consumer (KOC), yaitu konsumen yang membagikan pengalaman nyata menggunakan produk.

Untuk melengkapi strategi tersebut, brand juga dapat mempertimbangkan jasa press release, jasa backlink media nasional, jasa backlink blog, dan jasa SEO. Pilih layanan berdasarkan tujuan campaign, target audience, dan indikator keberhasilan yang telah ditentukan.

Beri nilai artikel ini:

4.5/5 (58 votes)

Tandai kami agar artikel terbaru kami selalu muncul untuk Anda.

Add as a preferred source on Google
Tampil di Media & Blog Made Easy! Daftar Sekarang di seedbacklink