Di tengah ramainya persaingan di era digital, tampil di halaman pertama Google saja belum cukup. Bayangkan, pengguna cuma scroll sebentar lalu klik yang paling menarik perhatian. Jadi, tugas Anda tidak hanya muncul di SERP, tapi juga harus jadi yang paling mencuri perhatian di antara deretan link lainnya.
Di sinilah peran kedua snippets yaitu rich snippets dan featured snippets menjadi sangat penting dalam strategi SEO. Keduanya mampu meningkatkan visibilitas, kredibilitas, hingga click-through rate (CTR) website Anda.
Apa Itu Rich Snippets dan Featured Snippets?
Sebelum membahas manfaatnya, mari kita pahami dulu definisinya.

Data ini diambil dari structured data markup atau schema.org yang Anda tanamkan di halaman web.
Sementara itu, featured snippets adalah cuplikan ringkas dari konten Anda yang ditampilkan di posisi paling atas SERP dalam bentuk kotak khusus. Biasanya berupa paragraf, daftar, atau tabel yang menjawab pertanyaan pengguna secara langsung.
Mengapa CTR Sangat Penting?
CTR Organik Jauh Lebih Tinggi daripada Iklan Berbayar
Menurut studi yang dikompilasi oleh Markitors, hasil pencarian organik (#1) memiliki rata-rata CTR sebesar 27,6 %, sedangkan rata-rata CTR iklan berbayar di Google Search berada di kisaran 3,52 % hingga 6,11 % lintas industri. Artinya, setiap kali Anda berhasil menduduki peringkat atas organik, peluang besar untuk menarik klik jauh melampaui iklan berbayar.
Peringkat Pertama Mendominasi Klik
Analisis Backlinko atas 4 juta hasil pencarian Google menunjukkan bahwa posisi pertama di halaman hasil organik mendapatkan rata-rata 27,6 % CTR, dan tiga posisi teratas bersama-sama menyerap 54,4 % dari seluruh klik yang ada.
Sementara itu, meta-analisis First Page Sage tahun 2026 mencatat angka yang sedikit lebih tinggi, yaitu 39,8 % untuk posisi pertama pada SERP yang bersih tanpa fitur tambahan seperti AI Overview.
Namun, kehadiran AI Overview kini menjadi faktor besar yang mengubah lanskap CTR organik. Studi Ahrefs pada Desember 2025 terhadap 300 ribu kata kunci menemukan bahwa kehadiran AI Overview memangkas klik ke hasil organik posisi pertama hingga 58 %, sementara posisi kedua dan ketiga masing-masing kehilangan 50,8 % dan 46,4 % klik.
Artinya, posisi pertama tetap unggul dibanding iklan berbayar, tetapi keunggulan tersebut kini bersifat kondisional, tergantung apakah SERP menampilkan AI Overview atau tidak.
Benchmark Berdasarkan Industri dan Perangkat
Laporan kuartalan Advanced Web Ranking sepanjang 2025 hingga awal 2026 mengungkapkan variasi CTR per industri yang terus bergerak setiap kuartalnya, dipengaruhi oleh perubahan fitur SERP dan fluktuasi minat pencarian:
- Personal Finance: pada Q1 2026 tercatat kenaikan gabungan 13,51 poin persentase untuk lima posisi teratas di desktop, meski posisi pertama di mobile justru turun 3,76 poin persentase
- Arts & Entertainment: pada Q1 2026 posisi pertama di desktop justru mengalami penurunan 5,01 poin persentase, sejalan dengan industri ini yang paling rentan tergerus AI Overview menurut analisis Advanced Web Ranking
Data di atas menunjukkan bahwa ekspektasi CTR “bagus” kini tidak lagi cukup dilihat dari angka statis per industri saja, melainkan juga bergantung pada perangkat, ada tidaknya AI Overview, dan pergerakan kuartalan yang terus berubah, sehingga jadi bahan yang penting untuk memonitor data Anda secara berkala.

Branded vs Non-Branded Keywords
Setidaknya, ada perbedaan yang cukup signifikan antara keyword bagi brand ternama dan keyword bagi produk tanpa brand, berikut datanya:

ID
EN
MY
SG
