Mengunggah konten secara manual setiap hari di beberapa platform sekaligus dapat menyita banyak waktu tim. Padahal, jadwal unggahan yang konsisten justru menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga engagement dengan audiens.
Tools scheduling membantu Anda merencanakan dan menjadwalkan konten di berbagai platform sekaligus tanpa harus login manual setiap hari. Berikut sepuluh tools scheduling konten media sosial yang dapat Anda pertimbangkan, mulai dari yang gratis hingga yang berbayar dengan fitur lebih lengkap.
Sepuluh Tools Scheduling Konten Media Sosial
Sebagian besar tools di bawah ini memiliki paket gratis dengan batasan jumlah akun dan post terjadwal. Dua tools terakhir sengaja disertakan sebagai pembanding meskipun sudah tidak memiliki paket gratis, karena masih populer dipakai brand berskala lebih besar.
1. Buffer

Buffer menyediakan tools scheduling, AI assistant untuk membuat caption, dan analitik dasar untuk berbagai platform seperti Instagram, Facebook, LinkedIn, TikTok, X, hingga Threads. Tools ini dikenal luas karena tampilannya yang sederhana dan mudah dipelajari pengguna baru.
Paket gratis Buffer mengizinkan tiga channel dengan sepuluh post terjadwal per channel, di mana slot akan terisi ulang setelah post sebelumnya tayang. Batasan ini cukup untuk brand kecil yang baru mulai mengelola beberapa akun media sosial sekaligus.
Baca juga: 8 Tools Media Monitoring Reputasi Brand di Indonesia
2. Publer

Publer menawarkan fitur tools scheduling, penyimpanan draft, dan integrasi shortlink melalui Linkie. Tools scheduling ini cukup fleksibel untuk brand yang ingin menyiapkan banyak konten sebelum dijadwalkan satu per satu.
Paket gratisnya membatasi hingga tiga akun sosial di luar X, dengan sepuluh post terjadwal dan 25 draft per akun. Namun, riwayat post yang sudah tayang hanya dapat dilihat selama 24 jam, sehingga kurang cocok untuk brand yang butuh arsip konten jangka panjang.
3. Planoly

Planoly dirancang khusus untuk perencanaan grid Instagram, dilengkapi analitik dasar untuk memantau performa unggahan. Tools scheduling ini populer di kalangan brand yang mengutamakan estetika tata letak feed.
Paket gratisnya, disebut paket Personal, membatasi hingga sepuluh unggahan per bulan dan analitik yang hanya mencakup satu bulan terakhir untuk Instagram. Selain itu, unggahan video pada paket gratis ini belum didukung.
4. Tailwind

Tailwind awalnya dikenal sebagai tools scheduling khusus Pinterest, namun kini juga mendukung Instagram dan Facebook. Tools ini menyediakan sejumlah AI credit untuk membantu membuat caption dan ide konten.
Paket gratis Tailwind mengizinkan satu akun per jaringan dan lima post per bulan lintas Instagram, Pinterest, dan Facebook. Batasan ini tergolong cukup kecil, sehingga lebih cocok untuk mencoba fitur tools sebelum memutuskan berlangganan.
5. Meta Business Suite

Meta Business Suite adalah tools scheduling resmi dari Meta untuk mengelola Facebook dan Instagram sekaligus, lengkap dengan inbox terpadu dan analitik dasar. Karena dikembangkan langsung oleh Meta, integrasinya dengan kedua platform tersebut berjalan lebih mulus dibanding tools pihak ketiga.
Tools ini gratis sepenuhnya tanpa paket berbayar untuk fungsi scheduling dasarnya. Meskipun demikian, cakupannya terbatas hanya pada Facebook dan Instagram, sehingga Anda tetap memerlukan tools lain jika mengelola platform di luar keduanya.
6. Zoho Social

Zoho Social menyediakan paket gratis bernama Free Edition yang mengizinkan scheduling tanpa batas jumlah post. Tools scheduling ini mendukung enam channel, mencakup Facebook Page, Instagram Business, LinkedIn profil dan halaman perusahaan, X, serta Google Business Profile.
Paket gratis ini menjadi salah satu yang paling longgar dari sisi jumlah post terjadwal di daftar ini. Namun, paket gratisnya hanya mengizinkan satu brand dan satu pengguna, sehingga kurang ideal untuk tim yang butuh kolaborasi banyak orang.
7. Metricool

Metricool menggabungkan fitur scheduling dengan AI assistant dan analitik kompetitor dalam satu dashboard. Tools ini mendukung berbagai platform seperti Instagram, Facebook, Threads, TikTok, YouTube, dan Google Business Profile.
Paket gratisnya membatasi hingga satu brand, 20 post terjadwal per bulan, dan analitik selama 30 hari. Perlu dicatat, dukungan untuk LinkedIn dan X pada Metricool merupakan fitur tambahan berbayar, bukan bagian dari paket gratis.
8. Pallyy

Pallyy menyediakan kalender drag and drop yang memudahkan visualisasi jadwal konten, dilengkapi media folder berkapasitas 200 MB. Tools ini cukup diminati brand kecil karena tampilannya yang ringkas.
Paket gratisnya mengizinkan sebelas akun dalam satu social set dengan lima belas post per bulan. Namun, paket gratis ini hanya mendukung format gambar, sedangkan video, carousel, dan reels memerlukan paket berbayar.
Baca juga: Apa Itu Blog? Fungsi, Cara Menggunakan, dan Tips Memaksimalkan Blog untuk Digital Marketing
9. Later

Later dulu dikenal memiliki paket gratis, namun kini sudah tidak lagi menyediakannya. Tools ini hanya menawarkan trial 14 hari, dengan paket berbayar termurah dimulai dari sekitar 18,75 dolar Amerika Serikat per bulan.
Meskipun sudah berbayar, Later tetap layak dipertimbangkan brand yang serius mengelola konten visual karena fitur perencanaan feed dan analitik yang cukup lengkap. Bagi brand dengan budget terbatas, tools ini lebih cocok dijadikan opsi lanjutan setelah kebutuhan scheduling dasar terpenuhi tools gratis lain.
10. Hootsuite

Hootsuite adalah salah satu tools manajemen media sosial paling lama dan lengkap, dengan dashboard terpusat untuk scheduling, inbox, dan pelaporan performa. Tools ini umumnya dipakai tim dengan volume konten dan jumlah akun yang besar.
Hootsuite sudah tidak lagi menyediakan paket gratis permanen, hanya trial 30 hari. Paket berbayar termurahnya dimulai dari sekitar 99 dolar Amerika Serikat per bulan, sehingga lebih
Cara Memilih Tools Scheduling yang Tepat
Brand yang baru mengelola dua sampai tiga akun sosial dapat memulai dari Buffer atau Zoho Social karena keduanya menawarkan kombinasi channel dan kuota post yang cukup longgar di paket gratis. Sementara itu, brand yang fokus pada konten visual di Instagram dapat mempertimbangkan Planoly atau Pallyy untuk kebutuhan perencanaan grid.
Padahal, brand dengan volume konten tinggi dan tim yang lebih besar umumnya akan tetap membutuhkan tools berbayar seperti Later atau Hootsuite begitu kebutuhan scheduling melampaui batas paket gratis. Pertimbangkan juga platform mana yang paling penting bagi brand Anda, karena tidak semua tools mendukung platform yang sama secara merata.
Konten yang terjadwal rapi akan lebih maksimal jika juga didukung strategi distribusi dan backlink yang tepat agar jangkauannya semakin luas. Untuk itu, Anda dapat memanfaatkan jasa backlink dari seedbacklink untuk memperkuat visibility brand di luar kanal media sosial Anda sendiri.
ID
EN
MY
SG