...

Cek Plagiarisme – Tool Turnitin Gratis Cek Konten Plagiasi

Era digital yang serba cepat, di mana informasi dapat diakses dengan sekali klik, integritas akademik dan konten profesional menjadi taruhan yang semakin besar.

Menurut sebuah studi oleh International Center for Academic Integrity, hampir 68% mahasiswa sarjana mengaku pernah melakukan plagiarisme dalam bentuk tertentu.

Angka ini menyoroti betapa mendesaknya kebutuhan untuk memahami dan mencegah plagiarisme secara efektif.

Cek plagiarisme bukan lagi sekadar formalitas, melainkan sebuah benteng pertahanan untuk menjaga orisinalitas karya, baik itu skripsi, tesis, artikel jurnal, konten website, maupun karya tulis lainnya. 

Gunakan tool dibawah ini untuk cek konten plagiat yang mungkin diambil dari beragam sumber yang sebelumnya telah ada diinternet.



Cek Plagiasi No-Repository
UPLOAD FILE / KLIK DI SINI
Format yang didukung: .DOCX, .TXT

Apa Itu Plagiarisme? 

Secara mendasar, plagiarisme adalah tindakan mengambil, menggunakan, dan menyajikan ide, tulisan, atau karya orang lain sebagai milik sendiri tanpa memberikan pengakuan atau atribusi yang semestinya kepada sumber aslinya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan plagiat sebagai “pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri”.

Namun, konsep plagiarisme lebih dari sekadar menyalin-tempel (copy-paste). Ia mencakup spektrum yang luas, mulai dari tidak sengaja lupa mencantumkan sumber, memparafrasekan terlalu mirip dengan aslinya, hingga pencurian intelektual yang disengaja.

Tentang Plagiarisme

Istilah “plagiarisme” berasal dari kata Latin plagiarius, yang secara harfiah berarti “penculik” atau “penjarah”. Istilah ini pertama kali digunakan oleh penyair Romawi, Martial, pada abad pertama Masehi untuk menggambarkan seseorang yang mencuri dan menerbitkan puisinya sebagai miliknya. Namun, konsep kepemilikan intelektual seperti yang kita kenal sekarang baru berkembang pesat setelah penemuan mesin cetak oleh Gutenberg pada abad ke-15, yang memungkinkan reproduksi massal karya tulis dan memunculkan kebutuhan akan undang-undang hak cipta.

Plagiarisme di Era Digital dan AI

Internet telah mengubah lanskap plagiarisme secara drastis. Kemudahan akses informasi membuat tindakan menyalin menjadi lebih mudah dari sebelumnya. Di sisi lain, teknologi juga menyediakan alat yang canggih untuk mendeteksi plagiarisme.

Kini, kita memasuki babak baru dengan kemunculan model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT. AI dapat menghasilkan teks yang koheren dalam hitungan detik, menciptakan tantangan baru dalam mendefinisikan orisinalitas dan plagiarisme. Menggunakan teks yang dihasilkan AI tanpa atribusi atau pengolahan lebih lanjut dapat dianggap sebagai bentuk plagiarisme baru, yang sering disebut sebagai AI-giarism.


Poin Penting: Memahami bahwa plagiarisme bukan hanya soal kejujuran, tetapi juga tentang menghargai kerja keras intelektual orang lain, adalah langkah pertama untuk menghindarinya.

Jenis Plagiarisme yang Wajib Anda Ketahui

Plagiarisme memiliki banyak wajah, beberapa di antaranya sangat jelas, sementara yang lain lebih halus dan sering kali tidak disengaja. Mengenali berbagai jenis plagiarisme adalah kunci untuk menghindarinya. Berikut adalah jenis-jenis plagiarisme yang paling umum, dari yang paling berat hingga yang paling ringan.

Jenis Plagiarisme

Tingkat Keseriusan

Deskripsi Singkat

Lengkap

Sangat Berat

Mengklaim seluruh karya orang lain sebagai milik sendiri.

Langsung/Verbatim

Berat

Menyalin teks kata demi kata tanpa kutipan.

Mosaik/Patchwork

Berat

Menggabungkan potongan dari berbagai sumber tanpa atribusi.

Parafrase Tidak Tepat

Sedang

Mengubah sedikit kata/struktur tetapi ide tetap sama.

Diri/Self-Plagiarism

Sedang

Menggunakan kembali karya sendiri tanpa izin.

Tidak Disengaja

Ringan

Plagiarisme karena kecerobohan, bukan niat.

Kutipan Tidak Akurat

Ringan

Memberikan informasi sumber yang salah atau tidak lengkap.

Ide

Sedang

Mengambil konsep atau gagasan unik orang lain.

Kolaboratif

Sedang

Bekerja sama pada tugas individu tanpa izin.

AI (AI-giarism)

Sedang

Menggunakan output AI sebagai karya sendiri tanpa pengolahan.

Kode

Sedang

Menyalin kode pemrograman tanpa atribusi.

Gambar/Media

Sedang

Menggunakan media tanpa izin atau lisensi.