Banyak brand sudah menulis press release dengan rapi, tetapi hasilnya tetap sepi. Beritanya tayang di media yang pembacanya tidak relevan, tidak muncul di Google, atau justru terbit di situs yang kredibilitasnya dipertanyakan. Padahal, pemilihan media sering kali sama pentingnya dengan isi rilis itu sendiri.
Mau tahu caranya? Simak pembahasan berikut ini!
Tujuh Kriteria Memilih Media untuk Press Release
Berikut adalah tujuh cara memilih media untuk press release agar budget marketing lebih tepat sasaran.
1. Sesuaikan dengan Audiens dan Niche Media
Langkah pertama memilih media untuk press release adalah memastikan pembaca media tersebut sama dengan target pasar brand. Rilis tentang aplikasi pembayaran, misalnya, umumnya lebih berdampak di media ekonomi atau teknologi dibanding portal hiburan.
Kriteria ini penting bagi brand yang ingin rilisnya dibaca calon customer, investor, atau mitra, bukan sekadar tayang.
Cara mengeceknya cukup sederhana. Buka channel atau website media yang dituju, lalu lihat apakah topik serupa rutin diberitakan dalam beberapa bulan terakhir. Media yang sering membahas industri Anda dalam banyak kasus lebih mudah menerima press release dan pembacanya pun lebih mudah menangkap pesan brand.
2. Cek Status Verifikasi Dewan Pers
Dewan Pers mendata perusahaan pers melalui dua tahap. Verifikasi administratif memeriksa dokumen legal perusahaan, kesesuaian bidang usaha, keberadaan wartawan kompeten, dan pemenuhan hak ketenagakerjaan.
Verifikasi faktual dilakukan lewat pengecekan langsung ke kantor redaksi, termasuk keberlangsungan produksi berita dan penerapan Kode Etik Jurnalistik.
Untuk mengecek statusnya, buka website resmi Dewan Pers, pilih jenis media siber, lalu cari nama medianya dan cocokkan nama badan hukumnya dengan box redaksi di situs media tersebut. Status terverifikasi faktual umumnya menjadi sinyal kredibilitas paling kuat.
Baca juga: Top 5 PR Agency Terbaik di Indonesia
3. Lihat Domain Authority dan Traffic
Domain Authority (DA) menggambarkan seberapa kuat sebuah situs di mata search engine. Salah satu tools yang dapat digunakan untuk mengetahui DA adalah Moz dan Domain Rating (DR) dari Ahrefs, keduanya berskala 0 sampai 100.
Sementara itu, traffic menunjukkan perkiraan jumlah kunjungan, yang berpengaruh pada seberapa banyak orang berpeluang membaca press release Anda.
Agar lebih mudah, Anda dapat mengecek kedua metrik ini lewat DA PA Checker dan Website Traffic Checker yang tersedia gratis di halaman tools seedbacklink.
4. Pastikan Terindeks di Google dan Google News
Press release yang tidak terindeks di Google sulit ditemukan orang yang mencari nama brand Anda. Cara cepat mengeceknya adalah mengetik site:namadomain.com di kolom search Google, lalu melihat apakah artikel terbaru media tersebut muncul. Jika hasilnya sedikit atau tidak ada, besar kemungkinan ada masalah indexing.
Selain itu, cek juga apakah artikel media tersebut tampil di tab Berita atau aplikasi Google News. Sejak akhir Maret 2025, Google tidak lagi mengandalkan pengajuan manual lewat Publisher Center, dan konten dari penerbit yang mematuhi kebijakan Google otomatis memenuhi syarat tampil.
Artinya, kehadiran di Google News kini lebih ditentukan oleh kualitas dan konsistensi pemberitaan media itu sendiri.
5. Pahami Kebijakan Link dan Label Advertorial
Banyak brand memakai press release sekaligus untuk mendapatkan backlink, yaitu tautan dari situs lain yang mengarah ke website brand. Tautan dofollow dapat meneruskan sinyal otoritas, sedangkan nofollow atau sponsored memberi tahu Google agar tidak menghitungnya sebagai rekomendasi. Google sendiri menganjurkan agar tautan berbayar diberi atribut sponsored.
Karena itu, tanyakan sejak awal apakah media memberi label advertorial atau sponsored. Label tersebut sebenarnya wajar dan justru menjaga transparansi kepada pembaca. Dalam menentukan media, yang terpenting adalah ekspektasi brand sejalan dengan kebijakan media, sehingga tujuan publikasi, baik secara kredibilitas maupun SEO, dapat diukur dengan tepat.
6. Tentukan Cakupan Misalnya Nasional atau Lokal
Media nasional umumnya menjangkau pembaca lebih luas dan memberi kesan kredibilitas yang kuat untuk brand awareness. Namun, bisnis yang beroperasi di kota tertentu, seperti klinik, properti, atau restoran, sering kali lebih diuntungkan oleh media lokal yang pembacanya berada di area layanan.
Kombinasi keduanya juga bisa menjadi pilihan. Misalnya, rilis peluncuran produk ditayangkan di satu atau dua media nasional, lalu diperkuat oleh beberapa media daerah di kota yang menjadi pasar utama. Cara ini dapat membantu brand mendapatkan cakupan luas tanpa kehilangan relevansi lokal.
Baca juga: Press Release di Era Digital, Apakah Masih Efektif untuk Meningkatkan Brand Awareness?
7. Bandingkan Harga dan Waktu Tayang
Harga publikasi press release sangat bervariasi, dan media nasional besar umumnya mematok tarif lebih tinggi dibanding blog atau media lokal. Selisih ini sering kali dipengaruhi domain authority, traffic, placement, serta ada tidaknya backlink di dalam artikel.
Selain harga, tanyakan juga estimasi waktu tayang dan kebijakan revisi. Rilis yang berkaitan dengan momentum, seperti peluncuran produk atau acara, perlu tayang di tanggal yang tepat agar tidak kehilangan relevansi. Pastikan juga ada bukti tayang berupa tautan artikel, dan tanyakan apakah artikel akan tetap aktif dalam jangka panjang atau dihapus setelah periode tertentu.
Ringkasan Kriteria dan Cara Mengeceknya
Agar lebih mudah dipakai saat menyeleksi media, ketujuh kriteria di atas dirangkum dalam tabel berikut. Tabel ini dapat dijadikan checklist sebelum tim memesan slot press release.

Menyusun Daftar Media yang Tepat untuk Brand
Tidak ada satu media yang ideal untuk semua jenis rilis. Rilis pendanaan mungkin paling cocok di media bisnis nasional, sementara pembukaan cabang baru lebih relevan di media lokal. Karena itu, mulailah dari tujuan publikasi, lalu saring media berdasarkan ketujuh kriteria tadi secara berurutan.
Meskipun demikian, mengecek puluhan media satu per satu tentu memakan waktu tim. Anda dapat membuat daftar pendek berisi lima sampai sepuluh media prioritas, menilai masing masing dengan tabel di atas, lalu mengevaluasi hasilnya setelah press release tayang, misalnya dari jumlah pemberitaan lanjutan atau kunjungan ke website.
Jika ingin proses seleksi lebih ringkas, jasa press release seedbacklink menyediakan inventori media nasional dan lokal yang dapat difilter berdasarkan kategori dan metrik, lengkap dengan laporan tayang setelah publikasi. Dengan begitu, tim dapat lebih fokus menyiapkan pesan brand yang kuat.








