Gambar sering kali menjadi elemen paling berat di sebuah halaman. Foto produk beresolusi tinggi atau banner berukuran beberapa megabita dapat membuat halaman terasa lambat, terutama bagi pengunjung yang mengakses lewat koneksi internet biasa. Padahal, masalah ini umumnya bisa diatasi tanpa biaya.
10 Tools Compress dan Convert Gambar
Sebelum masuk ke daftar, ada dua hal yang perlu dipahami.
Pertama, Largest Contentful Paint (LCP) mengukur seberapa cepat elemen terbesar di layar tampil, dan elemen ini sering kali berupa gambar; Google menetapkan LCP 2,5 detik atau kurang sebagai kategori baik.
Kedua, format modern seperti WebP umumnya 25 sampai 34 persen lebih kecil dibanding JPEG pada kualitas setara, sementara AVIF menjadi opsi format modern lain yang kini didukung banyak tools kompresi.
Setelah Anda paham kedua hal itu, mari simak sepuluh tools compress dan convert gambar yang dapat dicoba gratis!
1. TinyPNG (Tinify)

TinyPNG adalah tools compress berbasis smart lossy compression yang kini juga berfungsi sebagai konverter. Versi web gratisnya menerima AVIF, JPEG XL, WebP, PNG, dan JPG, lalu dapat mengonversi hasilnya ke format lain secara otomatis, sehingga cocok untuk tim konten yang rutin mengunggah gambar artikel.
Batasan versi gratisnya adalah 20 gambar per unggahan dengan ukuran maksimal 5 MB per file. Batas 5 MB ini dapat terasa sempit untuk foto mentah dari kamera, sehingga foto besar sebaiknya di-resize lebih dulu sebelum dikompres.
2. Squoosh

Squoosh adalah aplikasi web open source dari Google Chrome Labs yang dapat diandalkan sebagai tools compress interaktif. Seluruh proses kompresi berjalan di browser memakai WebAssembly, dengan codec seperti MozJPEG, OxiPNG, WebP, dan AVIF, sehingga gambar tidak dikirim ke server.
Keunggulan utamanya ada pada tampilan perbandingan before dan after dengan slider, sehingga kualitas dapat diatur secara presisi. Namun, Squoosh memproses satu gambar per sesi, jadi kurang praktis untuk kebutuhan bulk seperti ratusan foto katalog e-commerce.
3. ShortPixel Online Image Compressor
![]()
ShortPixel menyediakan versi web gratis yang berfungsi sebagai tools compress tanpa login untuk mengompres JPG, PNG, dan GIF animasi. Pengguna dapat memilih tiga level kompresi, yaitu lossy, glossy, dan lossless, sekaligus menghasilkan versi WebP dan AVIF dari gambar yang sama.
Batas ukuran tanpa login adalah 10 MB per file. Fitur pembuatan WebP dan AVIF sekaligus ini praktis bagi tim yang ingin menyiapkan beberapa versi format untuk kebutuhan fallback di website.
Baca juga: 5 Website Remove Background Gratis untuk Konten Website Lebih Menarik
4. iLoveIMG

iLoveIMG adalah kumpulan tools gambar yang mencakup tools compress, resize, dan konversi. Fitur Convert to JPG menerima PNG, GIF, TIF, PSD, SVG, WebP, HEIC, dan RAW, sedangkan Convert from JPG mengubah JPG ke format lain, sehingga cocok untuk tim yang sering menerima gambar dengan format beragam dari klien atau kreator.
Paket gratisnya cukup longgar, yaitu hingga 30 file per proses kompresi dengan ukuran total 200 MB per task. Meskipun demikian, opsi konversi langsung ke WebP atau AVIF tidak seluas konverter khusus, sehingga iLoveIMG lebih pas untuk kompresi massal format standar.
5. Compressor.io

Compressor.io berfokus sebagai tools compress dan mendukung JPEG, PNG, SVG, GIF, serta WebP. Tampilannya sederhana dan cocok untuk pemilik bisnis yang ingin hasil cepat tanpa ribet.
Versi gratisnya dibatasi 10 MB per file dan 50 kompresi per hari. Selain itu, opsi seperti pengaturan kualitas, resize, serta pilihan lossy dan lossless hanya tersedia di paket Pro seharga sekitar $50 per tahun.
6. Optimizilla

Optimizilla adalah tools compress online untuk JPEG dan PNG yang dapat memproses hingga 20 gambar sekaligus. Setiap gambar ditampilkan dengan preview sehingga tingkat kualitas dapat disesuaikan satu per satu sebelum diunduh.
Tools ini cocok untuk kebutuhan cepat seperti mengkompres gambar satu artikel blog. Namun, Optimizilla hanya berfungsi sebagai kompresor dan tidak menyediakan konversi ke WebP atau AVIF, sehingga perlu dipadukan dengan konverter lain di daftar ini.
7. ImageResizer.com

ImageResizer.com menyediakan tools compress, resizer, dan konverter dalam satu situs tanpa registrasi dan tanpa watermark. Kompresornya menangani JPEG dan PNG hingga 50 gambar sekaligus, sementara konverternya mendukung lebih dari 100 format termasuk WebP.
File yang diunggah dihapus otomatis dari server dalam hitungan jam. Kombinasi resize dan kompresi dalam satu tempat ini membantu tim yang perlu menyamakan dimensi gambar sebelum mengunggahnya ke CMS.
8. CloudConvert

CloudConvert adalah konverter file serbaguna yang tidak hanya dapat dikombinasikan dengan tools compress, tetapi juga menangani ratusan format, termasuk konversi gambar ke WebP dan AVIF dengan pengaturan kualitas yang cukup detail. Tools ini banyak dipakai developer dan tim teknis karena juga menyediakan API.
Paket gratisnya memberikan 10 konversi per hari dengan ukuran maksimal 1 GB per file dan lima proses bersamaan. Pendaftaran akun gratis tidak memerlukan kartu kredit, tetapi kuota harian yang kecil membuatnya lebih cocok untuk konversi terpilih, bukan batch besar.
Baca juga: 5 Agency Marketing Terbaik Handle Krisis di Indonesia
9. Convertio

Convertio adalah konverter online yang dapat melengkapi alur kerja tools compress untuk mendukung banyak format gambar, dokumen, dan video, termasuk konversi ke WebP. Antarmukanya sederhana sehingga dapat dipakai tanpa latar belakang teknis.
Batasan versi gratisnya adalah 100 MB per file, maksimal 10 menit waktu konversi dalam 24 jam, serta dua file diproses bersamaan. Batas ini umumnya cukup untuk kebutuhan sesekali, tetapi terasa terbatas bila dipakai untuk konversi rutin skala besar.
10. EZGIF

EZGIF dikenal sebagai editor GIF, tetapi juga menyediakan tools compress PNG dan JPG serta konverter WebP dan AVIF, termasuk konversi massal dari WebP atau AVIF ke JPG dan PNG. Seluruh fiturnya dapat dipakai gratis tanpa akun.
GIF optimizer menerima file hingga 200 MB, sementara batas ukuran tools lain dapat berbeda. Pilihan fiturnya sangat lengkap, meski tampilannya lebih teknis dan halaman dipenuhi iklan dibanding tools lain di daftar ini.
Menentukan Kombinasi Tools yang Paling Pas
Untuk kebutuhan harian tim konten, TinyPNG atau ShortPixel dapat menjadi pilihan utama karena mampu mengompres sekaligus menghasilkan WebP dan AVIF dalam satu langkah. Selain itu, Squoosh cocok untuk gambar hero atau banner utama yang paling berpengaruh ke LCP, karena kualitasnya dapat diatur secara presisi sebelum diunggah.
Meskipun demikian, kompresi hanyalah satu bagian dari optimasi kecepatan. Anda tetap perlu memastikan dimensi gambar sesuai tampilan, memakai lazy loading untuk gambar di bawah layar pertama, lalu mengukur hasilnya lewat Page Speed Test seedbacklink atau Google PageSpeed Insights.
Bila hasil audit kecepatan menunjukkan masalah yang lebih dalam dari sekadar ukuran gambar, seperti skrip berat atau struktur halaman yang kurang optimal, Anda dapat mempertimbangkan jasa SEO dari seedbacklink. Tim ini membantu brand memetakan perbaikan teknis dan on page secara bertahap agar performa website tetap terjaga dalam jangka panjang.
ID
EN
MY
SG