Ask Maps Kini Hadir di Indonesia, Apa Saja Fitur Barunya?

Last Updated
Read
TABLE OF CONTENTS

Google Maps kini tidak hanya membantu pengguna menemukan lokasi dan menentukan rute perjalanan. Dengan hadirnya Ask Maps di Indonesia, pengguna dapat berinteraksi dengan Google Maps melalui percakapan untuk mendapatkan rekomendasi, informasi perjalanan, hingga jawaban yang lebih sesuai dengan konteks aktivitas mereka.

Google mengumumkan kehadiran Ask Maps di Indonesia pada 6 Agustus 2026. Fitur ini tersedia dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dengan dukungan bahasa lokal lainnya yang akan menyusul dalam beberapa minggu berikutnya.

Ask Maps memanfaatkan kemampuan Gemini bersama informasi Google Maps yang terus diperbarui. Hasilnya, pengguna tidak harus mencari tempat atau informasi perjalanan satu per satu. Cukup ajukan pertanyaan dengan konteks yang lebih lengkap, lalu Ask Maps akan membantu menyusun jawabannya.

Apa Itu Ask Maps?

Apa Itu Ask Maps

Ask Maps merupakan fitur percakapan di Google Maps yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari.

Misalnya, daripada mencari restoran, melihat rating, kemudian mengecek lokasi satu per satu, pengguna dapat memberikan permintaan yang lebih spesifik seperti mencari kafe yang tenang untuk mengobrol. Ask Maps kemudian dapat memberikan rekomendasi berdasarkan konteks pertanyaan tersebut.

Fitur ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan perjalanan yang lebih kompleks. Google memberikan contoh penggunaan untuk mencari rute touring motor selama tiga jam dengan pemandangan menarik.

Dengan pendekatan tersebut, Google Maps tidak lagi sekadar menjadi aplikasi untuk mencari lokasi. Maps mulai berperan sebagai asisten perjalanan yang dapat memahami pertanyaan lanjutan dan konteks dari percakapan.

Baca juga: Cara Masuk Top List dan Top Local Gems di Google Maps 

Fitur Ask Maps yang Kini Tersedia di Indonesia

Kehadiran Ask Maps membawa beberapa kemampuan yang membuat search engine di Google Maps menjadi lebih interaktif.

Fitur Ask Maps yang Kini Tersedia di Indonesia

Berbagai kemampuan tersebut menunjukkan bahwa Ask Maps berusaha membuat proses pencarian informasi menjadi lebih natural. Pengguna tidak harus mengetahui kata kunci yang tepat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Informasi Real-Time Membantu Perjalanan Lebih Praktis

Salah satu kemampuan utama Ask Maps adalah memberikan informasi perjalanan yang lebih aktual.

Misalnya, pengguna dapat bertanya, “Bagaimana cara menuju Kota Tua Jakarta dari Bandara Soekarno-Hatta? Kapan jadwal kereta berikutnya?”

Ask Maps dapat menampilkan pilihan perjalanan dalam satu tampilan, termasuk informasi mengenai jadwal dan kemungkinan keterlambatan transportasi.

Untuk pengguna kendaraan pribadi, informasi yang diberikan juga dapat mencakup gangguan di sepanjang rute, seperti insiden lalu lintas atau perbaikan jalan.

Pengguna bahkan dapat menanyakan kondisi suatu lokasi secara langsung. Misalnya, jika ingin menghindari tempat yang terlalu ramai, pengguna dapat menanyakan tingkat keramaian lokasi sebelum menentukan waktu kedatangan.

Kemampuan seperti ini membuat pencarian di Maps lebih kontekstual. Pengguna tidak hanya mendapatkan informasi di mana suatu tempat berada, tetapi juga dapat mempertimbangkan kondisi perjalanan sebelum berangkat.

Ask Maps Bisa Memberikan Rekomendasi yang Lebih Personal

Ask Maps Bisa Memberikan Rekomendasi yang Lebih Personal

Salah satu pembaruan yang menarik adalah integrasi Personal Intelligence. Melalui fitur ini, pengguna dapat menghubungkan Ask Maps dengan aplikasi tertentu untuk memberikan konteks tambahan ketika mencari rekomendasi.

Google menyebut Gmail sebagai salah satu aplikasi yang dapat dihubungkan. Dalam waktu mendatang, integrasi juga akan diperluas ke aplikasi lain seperti Google Calendar.

Contohnya, jika terdapat reservasi makan malam atau informasi penerbangan di Gmail, konteks tersebut dapat digunakan Ask Maps untuk memberikan rekomendasi yang lebih relevan.

Pengguna dapat bertanya, “Ada ide kegiatan di sekitar hotel sebelum penerbangan saya besok?”

Alih-alih memberikan rekomendasi secara umum, Ask Maps dapat menggunakan informasi reservasi yang tersedia untuk memahami lokasi pengguna dan memberikan saran aktivitas yang lebih sesuai.

Pengguna Tetap Memegang Kendali atas Data

Integrasi dengan aplikasi lain tentu membuat aspek privasi menjadi penting. Google menyatakan bahwa opsi untuk menghubungkan aplikasi dinonaktifkan secara default.

Artinya, pengguna perlu memilih sendiri aplikasi mana yang ingin dihubungkan dengan Ask Maps. Pendekatan ini memberikan kontrol kepada pengguna atas konteks pribadi yang digunakan dalam memberikan rekomendasi.

Google juga menyediakan pengaturan terkait privasi dan riwayat percakapan sehingga pengguna dapat menentukan bagaimana fitur tersebut digunakan.

Percakapan Bisa Dilanjutkan Tanpa Mengulang Pertanyaan

Pengalaman menggunakan Ask Maps tidak berhenti pada satu pertanyaan. Jika riwayat percakapan diaktifkan, pengguna dapat kembali ke percakapan sebelumnya dan memberikan pertanyaan lanjutan.

Misalnya, setelah mendapatkan rekomendasi itinerary di Bali, pengguna dapat bertanya, “Kemarin kamu menyarankan Bali Zoo, setelah itu bisa lanjut ke mana lagi?”

Dengan konteks percakapan sebelumnya, pengguna tidak perlu menjelaskan ulang seluruh rencana perjalanan.

Kemampuan ini menjadi salah satu perbedaan penting antara pencarian berbasis percakapan dan pencarian Maps secara konvensional. Pertanyaan dapat berkembang secara bertahap mengikuti kebutuhan pengguna.

Apa Arti Kehadiran Ask Maps bagi Bisnis Lokal?

Kehadiran Ask Maps juga menarik untuk diperhatikan oleh bisnis yang mengandalkan pelanggan lokal.

Ketika pengguna mulai mencari tempat melalui pertanyaan yang lebih spesifik, cara sebuah bisnis ditemukan berpotensi ikut berubah. Pengguna tidak selalu mencari berdasarkan nama bisnis atau keyword pendek, tetapi dapat memberikan konteks seperti jenis tempat, suasana, lokasi, kebutuhan, hingga aktivitas yang ingin dilakukan.

Misalnya, seseorang tidak hanya mencari “cafe Jakarta”, tetapi bisa bertanya mengenai kafe yang tenang untuk meeting atau tempat makan yang cocok dikunjungi setelah aktivitas tertentu.

Ini membuat local visibility menjadi semakin penting. Informasi bisnis di Google Maps, review pelanggan, foto, kategori, lokasi, serta berbagai sinyal digital lainnya perlu dikelola dengan baik agar bisnis memiliki informasi yang cukup ketika pengguna mencari rekomendasi.

Bagi brand, perubahan ini juga memperkuat pentingnya membangun kehadiran digital di luar website. Informasi mengenai bisnis dapat muncul dari berbagai sumber, termasuk media online, social media, direktori, dan publikasi pihak ketiga.

Ask Maps Menunjukkan Perubahan Cara Orang Mencari Informasi

Kehadiran Ask Maps di Indonesia merupakan bagian dari perubahan yang lebih luas dalam perilaku pencarian. Pengguna semakin terbiasa mengajukan pertanyaan secara natural dan mengharapkan jawaban yang langsung relevan dengan kebutuhan mereka.

Google Maps kini mencoba membawa pengalaman tersebut ke dalam pencarian lokasi dan perjalanan. Kombinasi Gemini, informasi Maps yang diperbarui, data perjalanan, dan konteks personal membuat proses pencarian menjadi lebih mirip percakapan daripada sekadar memasukkan keyword.

Bagi pengguna, perubahan ini membuat perencanaan perjalanan menjadi lebih praktis. Bagi bisnis, perkembangan tersebut menjadi pengingat bahwa brand visibility tidak lagi hanya soal muncul ketika seseorang mengetik nama brand di Google.

Saatnya Brand Memperkuat Digital Presence

Ask Maps memperlihatkan bagaimana AI mulai mengubah cara pengguna menemukan informasi lokal. Ketika pencarian semakin berbasis percakapan dan konteks, bisnis perlu memastikan informasi mengenai brand mudah ditemukan dan konsisten di berbagai sumber.

Google Maps tetap menjadi salah satu aset penting, tetapi website, review, media online, social media, dan publikasi digital juga dapat membantu membangun reputasi serta visibilitas brand secara lebih menyeluruh.

Untuk mendukung strategi tersebut, Seedbacklink menyediakan layanan seperti jasa backlink, jasa backlink media, dan jasa press release yang dapat membantu memperluas publikasi serta membangun otoritas brand di berbagai sumber digital.

Pada akhirnya, Ask Maps bukan sekadar fitur baru untuk mencari tempat. Kehadirannya menunjukkan bahwa pencarian lokal juga mulai bergerak ke arah AI-powered search, sehingga bisnis perlu mulai memikirkan bagaimana informasi dan reputasinya dapat ditemukan, dipahami, dan direkomendasikan dalam ekosistem pencarian yang semakin berbasis AI.

 

Articles you’ll love