Blog

Riset Brand Mention di X, Threads, dan TikTok, Siapa Saja yang Sudah Mulai Campaign Akhir Tahun?

Riset brand mention Q4 2026 di X, Threads, dan TikTok. Lihat brand yang muncul di hasil pencarian promo, diskon, 11.11, dan 12.12.

brand mention
Daftar isi

Q4 2026 sudah dimulai. Pada periode ini, calon customer mulai mencari berbagai penawaran menarik untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun. Mulai dari diskon akhir tahun, promo liburan, hingga penawaran malam tahun baru, berbagai promo tersebut mendorong calon customer untuk mencari informasi sebelum menentukan pilihan.

Namun, keputusan belanja tidak selalu berawal dari iklan besar. Calon customer bisa menemukan sebuah brand hanya dengan mengetikkan keyword tertentu di kolom pencarian social media, lalu membuka beberapa post teratas yang muncul. Jika brand kamu tidak muncul dalam hasil pencarian tersebut, peluang untuk menarik perhatian calon customer bisa beralih ke kompetitor.

Untuk melihat bagaimana brand memanfaatkan momentum akhir tahun, tim seedbacklink melakukan riset brand mention di X, Threads, dan TikTok. Ketiga social media ini dipilih karena TikTok merupakan salah satu social media terbesar di Indonesia. Selain itu, Threads dan X sering dipilih sebagai social media yang memiliki fungsi hampir serupa forum, tempat brand dan pengguna membahas promo 

Riset ini menelusuri lima keyword musiman untuk mengidentifikasi brand yang muncul dalam hasil pencarian sekaligus melihat bagaimana campaign akhir tahun mulai terlihat di ketiga social media tersebut.

Metode Riset yang Digunakan

Sebelum membahas hasil riset, ada beberapa aspek metodologi yang perlu dipahami. Berikut di antaranya:

1. Keyword dan Data yang Digunakan

Riset brand campaign ini mencakup brand mention yang ditemukan dalam 50 hasil teratas untuk setiap keyword di masing-masing social media. Di TikTok, tim menggunakan tab Videos, sedangkan di Threads dan X, tim menggunakan tab Top.

Ada lima keyword yang menjadi fokus riset, yaitu promo malam tahun baru, promo libur sekolah, diskon tahun baru 2027, 11.11, dan 12.12. Seluruh pencarian dilakukan dalam satu sesi pada 19 Oktober 2026. Dengan waktu pengambilan data yang sama, hasil dari ketiga social media dapat dibandingkan berdasarkan cakupan riset tersebut.

2. Aturan Penghitungan Mention

Dalam riset ini, satu post yang menyebut sebuah brand dihitung sebagai satu mention. Jika sebuah post kompilasi menyebut beberapa brand, setiap brand memperoleh satu mention. Sementara itu, di Threads, satu thread yang terdiri dari beberapa bagian dihitung sebagai satu hasil.

Tidak semua konten yang muncul dalam pencarian masuk ke dalam penghitungan. Tim mengecualikan post dari akun pribadi yang tidak relevan, akun info voucher yang tidak menyebut nama brand, serta konten jual beli barang bekas perorangan. Konten dari sekolah, kampus, berita, dan program pemerintah juga tidak dihitung agar analisis tetap berfokus pada brand campaign.

Baca juga: Brand Mention: Cara Menilai Popularitas Bisnismu Secara Online

3. Algoritma sebagai Tantangan Utama

Salah satu tantangan dalam riset brand campaign ini adalah pengaruh algoritma terhadap hasil pencarian. Setiap akun memiliki riwayat tontonan, interaksi, dan minat yang berbeda. Akibatnya, pencarian dengan keyword yang sama belum tentu menghasilkan urutan konten yang serupa.

Di X, hasil pencarian pada tab Top dipengaruhi oleh berbagai indikator, termasuk aktivitas akun dan akun yang diikuti. Sementara itu, TikTok merekomendasikan video berdasarkan interaksi pengguna dan sejumlah faktor lainnya. Perbedaan tersebut membuat hasil pencarian dapat bervariasi antarakun.

Untuk mengurangi pengaruh riwayat penggunaan, tim seedbacklink membuat akun baru di setiap social media yang belum memiliki riwayat aktivitas. Seluruh pencarian kemudian dilakukan melalui akun tersebut agar hasilnya tidak terlalu dipengaruhi oleh kebiasaan pengguna sebelumnya.

4. Tantangan Lain yang Ditemukan 

Selain algoritma, relevansi konten yang muncul juga menjadi tantangan. Pada keyword 11.11 dan 12.12, misalnya, hasil pencarian banyak menampilkan konten tentang angka 11:11 atau 12:12, tanggal pernikahan, konser, hingga konten dari luar negeri. Akibatnya, jumlah brand mention yang relevan dengan kebutuhan riset menjadi lebih sedikit.

Di X, pencarian dengan keyword promo malam tahun baru juga banyak menampilkan post lama dari 2010 hingga 2025. Sehingga, tim perlu menyeleksi hasil tersebut dengan lebih teliti untuk memastikan konten yang dihitung relevan dengan konteks Q4 2026.

Aturan yang sama juga berlaku untuk akun pribadi, berita, dan konten lain yang tidak menyebut brand. Konsistensi kriteria ini membantu membuat hasil dari setiap keyword lebih mudah dibandingkan, meskipun cakupannya tetap bergantung pada batas pencarian yang digunakan.

Hasil Riset Brand Campaign Q4 2026 

Dari lima keyword yang ditelusuri, tim menemukan 308 mention dari 177 nama brand berbeda. TikTok menyumbang 114 mention, disusul X dengan 101 mention dan Threads dengan 93 mention.

Untuk melihat distribusi tersebut secara lebih terperinci, berikut daftar sepuluh brand teratas berdasarkan jumlah mention pada setiap keyword di TikTok, Threads, dan X.

1. Keyword “Promo Malam Tahun Baru”

Pencarian dengan keyword ini menghasilkan 96 mention dari 72 brand. Threads menjadi penyumbang terbesar dengan 37 mention, diikuti TikTok dengan 33 mention dan X dengan 26 mention.

Alfamart dan McDonald's menempati posisi teratas dengan masing-masing enam mention. Namun, jumlah tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya campaign resmi dari kedua brand. Berdasarkan hasil pencarian, hanya Shopee, Bank Mandiri, dan Mie Gacoan yang terdeteksi di lebih dari satu social media untuk keyword ini.

Di luar sepuluh brand di atas, terdapat 62 brand lain dari berbagai industri yang hampir seluruhnya hanya memperoleh satu mention. Beberapa di antaranya adalah Fairmont, Mercure Hotel, dan Pullman dari sektor hotel, Ancol dan Taman Safari dari sektor wisata, serta Toyota dan Tesla dari sektor otomotif.

Nama lain yang turut muncul meliputi Starbucks dan KFC dari sektor F&B, BCA dari perbankan, GoPay dari dompet digital, serta Grab dari transportasi. Sebaran ini menunjukkan bahwa hasil pencarian promo malam tahun baru tidak hanya mencakup brand yang berkaitan langsung dengan promo belanja, tetapi juga berbagai sektor lain.

2. Keyword “Promo Libur Sekolah”

Pencarian dengan keyword promo libur sekolah menghasilkan 105 mention dari 64 brand. X menyumbang jumlah terbesar dengan 42 mention, disusul TikTok dengan 39 mention dan Threads dengan 24 mention.

Traveloka memimpin dengan 13 mention, unggul lima mention dari Alfamart di posisi kedua. Sektor perjalanan juga terlihat menonjol karena empat dari lima nama teratas, yaitu Traveloka, KAI, tiket.com, dan Garuda Indonesia, berkaitan dengan perjalanan atau transportasi.

Di luar sepuluh nama teratas, terdapat 54 brand lain. Playtopia dan Taman Safari masing-masing memperoleh dua mention, sedangkan brand lainnya hanya memperoleh satu mention.

Beberapa nama yang muncul antara lain Dufan, KidZania, dan Tropikana Waterpark dari sektor wisata dan hiburan anak. Selain itu, ada Netflix dari layanan streaming, LEGO dari industri mainan, Smiggle dari perlengkapan sekolah, Honda dari otomotif, PLN dari utilitas, serta XL Axiata dari telekomunikasi.

Hasil ini memperlihatkan bahwa pencarian promo libur sekolah tidak hanya berkaitan dengan destinasi wisata. Berbagai kategori lain, termasuk hiburan, perlengkapan sekolah, dan transportasi, juga muncul dalam hasil pencarian.

3. Keyword “Diskon Tahun Baru 2027”

Untuk keyword diskon tahun baru 2027, tim menemukan 52 mention dari 36 brand. TikTok menyumbang 22 mention, Threads 21 mention, dan X sembilan mention.

Shopee memimpin dengan 11 mention, lebih dari dua kali lipat jumlah Blibli yang menempati posisi kedua dengan empat mention. Jika digabungkan, kedua e-commerce tersebut menyumbang 15 dari total 52 mention yang ditemukan.

Di luar sepuluh nama teratas, terdapat 26 brand lain yang masing-masing memperoleh satu mention. Daftarnya cukup beragam, mulai dari Duolingo dari aplikasi edukasi, Manchester City dari klub olahraga, hingga Zacky Gypsum dari industri material bangunan.

Nama lain yang ditemukan meliputi Level 21 Mall dari pusat belanja, Guess dan Puma dari fashion, Mobile Legends dari industri game, serta Haramain Legacy Utama dan Raja Holiday Indonesia dari sektor travel.

Temuan ini menunjukkan bahwa Shopee memiliki visibilitas paling tinggi untuk keyword diskon tahun baru 2027 dalam cakupan riset ini. Meski begitu, kemunculan nama brand dalam hasil pencarian tetap perlu dibedakan dari aktivitas promosi resmi yang dilakukan oleh masing-masing brand.

4. Keyword “11.11”

Pencarian dengan keyword 11.11 menghasilkan 40 mention dari 20 brand. X menjadi penyumbang terbesar dengan 19 mention, diikuti TikTok dengan 11 mention dan Threads dengan 10 mention.

Shopee menempati posisi pertama dengan delapan mention. Menariknya, Shopee menjadi satu-satunya brand yang terdeteksi di ketiga social media untuk keyword ini. Selain itu, lima dari sepuluh nama teratas berasal dari sektor e-commerce, yaitu Shopee, JD.com, TikTok Shop, Lazada, dan Taobao Tmall.

Sama seperti yang lainnya, terdapat 10 brand lain yang masing-masing memperoleh satu mention. Beberapa di antaranya adalah Chagee dari industri minuman, Skintific dari skincare, Xiaomi dari kategori smartphone, Havaianas dari alas kaki, Plaza Ambarrukmo dari pusat belanja, serta Valorant dari industri game.

Dominasi nama e-commerce dalam daftar teratas menunjukkan bahwa kategori ini cukup menonjol pada pencarian 11.11. Namun, data tersebut hanya menggambarkan kemunculan brand dalam hasil pencarian yang diamati, bukan keseluruhan aktivitas campaign di ketiga social media.

5. Keyword “12.12”

Dibandingkan empat keyword lainnya, pencarian 12.12 menghasilkan jumlah paling sedikit, yaitu 15 mention dari 12 brand. TikTok menyumbang sembilan mention, X lima mention, dan Threads satu mention.

Shopee memimpin dengan tiga mention, disusul TikTok Shop dengan dua mention. Sepuluh brand lainnya masing-masing hanya memperoleh satu mention. Karena pengambilan data dilakukan pada 19 Oktober 2026, angka ini masih dapat berubah seiring mendekatnya tanggal 12 Desember.

Selain sepuluh brand di atas, hanya ada dua brand lain yang ditemukan, yaitu Skintific dari sektor skincare dan The Game Awards dari event game. Keduanya masing-masing memperoleh satu mention.

Jumlah mention yang tercatat untuk keyword 12.12 berkaitan dengan banyaknya konten yang tidak menyebut brand dalam hasil pencarian. Meski demikian, data ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa aktivitas promosi 12.12 secara keseluruhan lebih rendah dibandingkan periode lainnya.

Apa yang Dapat Dipelajari Brand dari Hasil Riset Ini?

Dari lima keyword yang ditelusuri, ada dua temuan utama yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi brand yang sedang menyiapkan campaign akhir tahun.

Pertama, hasil pencarian masih tersebar di banyak brand. Dari 204 catatan brand pada lima keyword, sebanyak 165 hanya memperoleh satu mention. Sementara itu, Shopee menjadi satu-satunya brand yang muncul pada kelima keyword yang ditelusuri. Artinya, Shopee sudah memiliki visibility yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan brand lainnya dalam keyword tersebut!

Kedua, konten yang ditemukan tidak selalu memiliki views atau engagement besar. Meski begitu, konten yang relevan tetap berpotensi membantu bottom funnel marketing, terutama ketika calon customer sedang membandingkan produk atau mencari rekomendasi sebelum membeli.

Salah satu bentuk rekomendasi tersebut adalah Key Opinion Consumer atau KOC. Berbeda dari ads atau KOL yang berasal langsung dari brief yang sudah disediakan brand, rekomendasi KOC berasal dari konsumen yang membagikan pengalaman menggunakan produk. Pengalaman tersebut dapat membentuk social proof dan membantu calon customer memperoleh perspektif tambahan sebelum mengambil keputusan pembelian.

Mulai Campaign KOC Anda Bersama seedbacklink

Jika ingin memperluas kehadiran brand di hasil pencarian Q4, rekomendasi dari sesama customer dapat menjadi salah satu pendekatan yang layak dipertimbangkan. Melalui layanan KOC seedbacklink, brand dapat menjalankan campaign dengan melibatkan konsumen untuk membagikan pengalaman mereka di sejumlah social media, termasuk TikTok, Threads, dan X.

Kunjungi panel seedbacklink untuk membuat campaign pertama Anda. Jika ingin memahami prosesnya terlebih dahulu, pelajari panduan membuat campaign KOC.

Dengan perencanaan yang matang, campaign KOC dapat menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan konten, membangun kepercayaan, dan membantu calon customer menemukan informasi yang relevan ketika mempertimbangkan pembelian.

Beri nilai artikel ini:

4.5/5 (50 votes)

Tandai kami agar artikel terbaru kami selalu muncul untuk Anda.

Add as a preferred source on Google
Tampil di Media & Blog Made Easy! Daftar Sekarang di seedbacklink