Blog

8 Strategi Promosi Efektif untuk Menarik Customer Baru

Temukan 8 strategi promosi untuk menarik customer baru, dari introductory offer hingga media coverage, lengkap dengan contoh eksekusi dan risikonya.

Strategi Promosi
Daftar isi

Persaingan untuk mendapatkan customer baru menuntut bisnis menawarkan alasan yang kuat agar calon pembeli tertarik mencoba produk mereka. Tanpa pendekatan yang tepat, calon customer bisa saja memilih kompetitor yang menawarkan nilai lebih menarik.

Ada berbagai cara untuk menjangkau calon customer, mulai dari introductory offer hingga media coverage. Namun, setiap strategi memiliki cara kerja dan risiko yang berbeda. Berikut delapan strategi promosi yang dapat kamu pertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi bisnis.

8 Strategi Promosi untuk Menarik Customer Baru

Setiap strategi berikut memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri. Memahami keduanya akan membantu kamu menentukan pendekatan yang sesuai tanpa mengorbankan profit bisnis.

1. Introductory Offer atau First-Purchase Discount

Alasan untuk mencoba sering kali lebih menentukan daripada alasan untuk setia. Introductory offer berupa discount atau bonus bagi first-time customer cocok untuk produk yang baru dikenal atau berada di kategori yang kompetitif. Sebagai strategi promosi pembuka, syaratnya sebaiknya sederhana, misalnya menggunakan kode promo atau voucher toko di berbagai marketplace.

Baca juga: 6 Cara Menangani Ulasan Negatif di Marketplace Tanpa Merusak Reputasi Brand

Misalnya, sebuah kedai kopi memberikan discount untuk order pertama melalui delivery app dengan masa berlaku singkat. Hitung terlebih dahulu agar harga setelah discount tetap menutup biaya bahan dan shipping cost. Risiko terbesarnya adalah margin yang tergerus dan customer yang datang hanya demi harga, lalu tidak kembali.

2. Product Bundling

Customer baru lebih mudah mencoba produk ketika keputusan pembelian terasa sederhana dan hemat. Bundling menggabungkan dua produk atau lebih dalam satu paket dengan harga lebih hemat. Strategi ini cocok untuk produk pelengkap atau stok yang pergerakannya lambat. Banyak marketplace menyediakan fitur discount bundle, sedangkan toko sendiri dapat menawarkan paket dengan harga khusus.

Contohnya, toko skincare menggabungkan facial cleanser dan moisturizer sebagai starter bundle. Namun, paket yang dipaksakan dapat terkesan hanya sebagai cara menghabiskan stok. Discount yang terlalu besar juga bisa membuat margin menipis, terutama jika salah satu produk dalam paket memiliki biaya produksi yang tinggi.

3. Free Sample dan Free Trial

Customer yang sudah mencoba produk umumnya lebih yakin untuk melakukan pembelian. Free sample atau free trial cocok untuk produk yang kualitasnya baru terasa setelah digunakan, seperti makanan dan body care. Untuk bisnis online, sample dapat disisipkan ke dalam order atau diberikan kepada calon customer yang mengisi interest form.

Misalnya, produsen camilan menyisipkan satu kemasan kecil dengan varian rasa baru di setiap order, lengkap dengan kartu berisi informasi untuk repeat order. Biaya sample tidak otomatis menghasilkan penjualan, sehingga batasi jumlahnya dan gunakan kode khusus untuk melacak berapa banyak penerima sample yang akhirnya melakukan pembelian.

4. Referral Program

Rekomendasi dari orang yang dikenal sering kali terasa lebih tepercaya daripada promotional message dari seller. Referral program memberikan insentif kepada existing customer dan orang yang mereka ajak, misalnya melalui referral code. 

Strategi promosi ini cocok untuk bisnis dengan customer yang puas dan sering melakukan repeat purchase. Biaya akuisisi customer juga dapat ditekan karena rekomendasi datang dari orang yang sudah dipercaya.

Contohnya, setiap customer mendapat referral code unik. Orang yang menggunakan kode tersebut memperoleh discount, sedangkan customer yang membagikannya menerima bonus setelah order temannya selesai. Risikonya meliputi penyalahgunaan kode melalui banyak akun, insentif yang lebih besar daripada profit per order, dan customer yang merasa sungkan merekomendasikan produk kepada orang terdekat.

5. Brand Collaboration

Dua brand yang melayani audience serupa dapat saling memperkenalkan produk tanpa harus menanggung seluruh biaya sendiri. Collaboration bisa berupa bundle bersama, cross-promotion giveaway, atau joint promotion. Strategi co-branding seperti ini paling cocok ketika produknya saling melengkapi tetapi tidak bersaing langsung, misalnya seller biji kopi dan seller alat seduh.

Sepakati pembagian biaya, durasi campaign, dan penggunaan data order sejak awal. Tentukan juga channel publikasi masing-masing brand. Risikonya berkaitan dengan brand image karena kualitas partner dapat memengaruhi persepsi customer, serta potensi pesan yang membingungkan jika identitas kedua brand tidak selaras.

6. Event atau Bazar

Interaksi langsung memberi calon customer kesempatan untuk mencoba produk, bertanya, dan mengambil keputusan di tempat. Bazar, exhibition, atau community event cocok untuk produk yang perlu dilihat atau dicoba secara langsung. Aktivitas ini juga dapat digunakan untuk menguji respons pasar sebelum bisnis menambah stok. Sebagai strategi promosi offline, biaya booth rental dan staff perlu dibandingkan dengan potensi sales.

Misalnya, pelaku bisnis kuliner menyiapkan paket kecil dengan harga yang mudah dihitung, lalu mengajak pengunjung memindai QR code agar bisnis tetap dapat terhubung dengan mereka setelah event selesai. Jumlah pengunjung yang tinggi belum tentu menghasilkan banyak transaksi. Karena itu, catat jumlah sales dan kontak yang terkumpul untuk menilai apakah biaya booth sepadan.

Baca juga: Intip Keseruan seedbacklink Blogathon x Wardah Skinverse!

7. Seasonal Promotion

Shopping moment yang sudah dinantikan customer dapat mengurangi upaya untuk meyakinkan mereka, tetapi persaingan juga meningkat. Seasonal promotion mengikuti kebiasaan belanja yang berulang, seperti Ramadan dan Lebaran, tahun ajaran baru, serta year-end shopping. Campaign belanja online nasional seperti tanggal kembar juga termasuk di dalamnya, sehingga stok dan layanan perlu disiapkan lebih awal. Customer biasanya mulai membandingkan penawaran sebelum periode puncak tiba.

Penawaran bertema, seperti gift bundle atau limited edition, umumnya lebih aman daripada sekadar menurunkan harga. Konsumen cenderung semakin sensitif terhadap harga dan promosi ketika intensitas promosi meningkat, sementara iklan berkurang. Oleh karena itu, discount yang terlalu sering dapat membuat customer terbiasa menunggu promo berikutnya.

Baca juga: 7+ Jenis Press Release untuk Promosi Bisnis

8. Media Coverage

Media coverage dapat memberikan alasan awal bagi calon customer untuk percaya sebelum mencoba produk secara langsung. Publikasi melalui press release atau liputan media cocok ketika bisnis memiliki kabar yang layak diberitakan, seperti product launch, pembukaan cabang, atau partnership baru. Sebagai strategi promosi jangka menengah, hasilnya berupa pemberitaan yang dapat ditemukan melalui search engine.

Gunakan sudut pandang yang bermanfaat bagi pembaca media, lengkap dengan data dan narasumber, bukan sekadar bahasa iklan. Tanpa news value, press release akan sulit dimuat. Selain itu, penggunaan anchor text yang terlalu dioptimalkan dalam press release yang disebarkan ke banyak situs dapat dinilai Google sebagai link spam. Karena itu, gunakan link secara wajar dan berikan atribut yang sesuai untuk paid link.

Bagaimana? Tertarik menggunakan salah satu strategi promosi atas? Jika kamu masih bingung, berikut adalah ringkasan dari delapan strategi promosi di atas yang dapat kamu pertimbangkan.

Cara Memilih Strategi Promosi yang Sesuai dengan Bisnis 

Memilih strategi promosi sebaiknya dimulai dari dua pertanyaan: seberapa besar margin per produk dan seberapa siap bisnis melayani lonjakan order? Jawabannya dapat membantu menentukan apakah discount, collaboration, atau media coverage lebih tepat untuk dicoba terlebih dahulu.

Bisnis dengan margin tipis umumnya dapat mempertimbangkan product bundling, referral program, dan brand collaboration karena nilai tambahnya tidak selalu bergantung pada discount besar. Sementara itu, bisnis yang baru dikenal dapat menggabungkan satu introductory offer dengan aktivitas yang membangun trust. Catat hasilnya selama beberapa minggu sebelum menambahkan strategi promosi lain.

Selain strategi tersebut, ada pendekatan yang semakin relevan untuk membangun percakapan tentang brand, yaitu Key Opinion Consumer (KOC). Berbeda dari promosi yang berfokus pada pesan brand, KOC mendorong customer membagikan pengalaman dan pendapat mereka kepada sesama customer. Percakapan yang muncul secara lebih organik ini dapat membantu brand menjangkau calon pembeli melalui rekomendasi dari orang yang mereka anggap relevan.

Jika bisnis memiliki kabar yang layak diketahui publik, seperti product launch atau partnership, kamu juga dapat mempertimbangkan jasa press release dari seedbacklink untuk mendistribusikannya ke media yang relevan. Dengan begitu, strategi promosi di toko dan marketplace dapat didukung oleh kredibilitas media coverage sekaligus percakapan antarcustomer melalui KOC, tanpa harus terus mengandalkan discount.

Beri nilai artikel ini:

4.5/5 (57 votes)

Tandai kami agar artikel terbaru kami selalu muncul untuk Anda.

Add as a preferred source on Google
Tampil di Media & Blog Made Easy! Daftar Sekarang di seedbacklink