Blog

10 Contoh Copywriting yang Mendorong Pembeli Mengambil Tindakan

Pelajari 10 contoh copywriting dari brand terkenal, lengkap dengan penjelasan teknik AIDA, PAS, dan lainnya serta ilustrasi yang dapat Anda adaptasi.

Contoh Copywriting
Daftar isi

Pembeli bisa saja sudah membaca deskripsi produk sampai akhir, tetapi belum tentu melanjutkan ke pembayaran. Salah satu penyebabnya adalah pesan yang kurang jelas, manfaat yang tidak terasa relevan, atau ajakan bertindak yang belum meyakinkan. Di sinilah copywriting berperan, yaitu menyusun pesan agar pembeli memahami nilai produk dan mengetahui langkah berikutnya.

Ada berbagai teknik copywriting yang dapat digunakan sesuai tujuan pemasaran. Mulai dari menarik perhatian pembeli baru hingga membantu calon pembeli yang masih ragu mengambil keputusan. Mari kita bahas sepuluh contoh copywriting dari brand yang dikenal, penjelasan teknik di baliknya, dan ilustrasi yang dapat Anda adaptasi untuk bisnis.

10 Contoh Copywriting dan Teknik di Baliknya

Setiap teknik memiliki fungsi yang berbeda. Ada yang membantu menyusun pesan penjualan, ada pula yang menonjolkan manfaat produk atau membangun kepercayaan. Agar lebih mudah diterapkan, berikut penjelasan setiap teknik beserta contoh dari brand nyata.

1. Rumus AIDA untuk Halaman Penjualan

AIDA merupakan formula copywriting yang terdiri dari attention, interest, desire, dan action. Keempat tahap ini membantu menyusun pesan dari menarik perhatian hingga mendorong pembaca mengambil tindakan. Formula ini dapat digunakan pada landing page, iklan, maupun deskripsi produk, terutama ketika calon pembeli belum mengenal produk secara mendalam.

Jenius menerapkan pola yang serupa melalui judul "Kelola Keuangan Lebih Simpel", dilanjutkan dengan penjelasan mengenai fungsi aplikasi dan tombol untuk mengunduhnya. Judul memperkenalkan manfaat utama, sedangkan penjelasan dan tombol membantu pembaca memahami produk serta menentukan langkah berikutnya.

Untuk toko tanaman hias, pendekatan serupa dapat digunakan dengan menonjolkan manfaat produk sejak awal. Misalnya, "Hadirkan suasana hijau di ruang tamu dengan Monstera yang mudah dirawat. Pilih ukuran yang sesuai dan pesan sekarang."

2. Rumus PAS untuk Masalah yang Mengganggu

Problem, agitation, dan solution atau PAS merupakan formula yang menyusun pesan berdasarkan masalah calon pembeli. Pertama, copywriter mengidentifikasi keluhan yang relevan, kemudian menjelaskan dampaknya, lalu menawarkan solusi. Teknik ini cocok untuk produk atau layanan yang menjawab kebutuhan spesifik, selama masalah tidak dibesar-besarkan demi mendorong penjualan.

Video peluncuran Dollar Shave Club pada 2012 membuka pesan dengan pertanyaan, "Do you like spending $20 a month on brand-name razors?" Pertanyaan tersebut menyoroti biaya pisau cukur bermerek sebelum video memperkenalkan alternatif melalui layanan berlangganan. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana keluhan sehari-hari dapat menjadi pintu masuk untuk menjelaskan solusi.

Untuk jasa laundry kiloan, contoh copywriting-nya dapat berbunyi, "Cucian menumpuk di tengah jadwal yang padat? Gunakan layanan laundry dengan tarif transparan dan jadwal antar yang jelas agar urusan pakaian lebih mudah diatur."

3. Before After Bridge untuk Perubahan yang Terlihat

Before After Bridge menggambarkan tiga hal: kondisi sebelum menggunakan produk, kondisi yang ingin dicapai, dan produk atau layanan yang menghubungkan keduanya. Teknik ini membantu calon pembeli memahami perubahan yang ditawarkan, bukan sekadar membaca daftar fitur. Pendekatan tersebut cocok untuk kursus, jasa desain, atau program kebugaran yang memiliki hasil realistis untuk dijelaskan.

Dicoding menggunakan frasa "Mulai dari Nol hingga Expert" untuk menggambarkan perjalanan belajar dari tahap awal menuju tingkat keahlian yang lebih tinggi. Frasa tersebut menunjukkan arah perubahan yang ingin dicapai pembaca, dengan pembelajaran sebagai bagian dari prosesnya. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada materi, latihan, dan kemampuan masing-masing peserta.

Untuk kelas spreadsheet, ilustrasi yang lebih sederhana adalah, "Laporan penjualan masih harus direkap secara manual? Pelajari cara menggunakan formula dan fitur otomatisasi agar proses rekap lebih efisien."

4. FAB untuk Menjelaskan Manfaat Produk

Features, advantages, dan benefits atau FAB membantu menghubungkan spesifikasi produk dengan manfaat yang dirasakan pembeli. Features menjelaskan apa yang dimiliki produk, advantages menunjukkan kelebihannya, sedangkan benefits menerangkan kegunaannya bagi pembeli. Teknik ini berguna ketika produk memiliki spesifikasi yang perlu diterjemahkan menjadi nilai praktis.

Dalam siaran pers peluncuran iPod pada 23 Oktober 2001, Apple menggunakan kalimat "Puts 1,000 Songs in Your Pocket". Alih-alih hanya menyebut kapasitas penyimpanan 5 GB, Apple menonjolkan jumlah lagu yang dapat dibawa dalam perangkat berukuran ringkas. Pesan tersebut membuat spesifikasi teknis lebih mudah dipahami melalui manfaat yang konkret.

Untuk produsen botol minum, contoh copywriting-nya dapat berbunyi, "Kapasitas satu liter membantu Anda membawa persediaan minum lebih banyak dalam satu botol, sementara insulasi ganda membantu menjaga suhu minuman."

5. Headline dengan Angka yang Menarik Perhatian

Headline berangka mencantumkan jumlah atau cakupan informasi yang akan diperoleh pembaca. Teknik ini membantu memperjelas isi konten sejak awal, terutama pada blog, newsletter, dan caption. Namun, angka saja tidak cukup untuk menarik perhatian. Topik tetap perlu spesifik dan isi harus sesuai dengan janji yang tercantum pada judul.

Gramedia Literasi menggunakan judul "5 Perbedaan Magma dan Lahar yang Harus Kamu Ketahui". Angka di awal memberikan gambaran tentang jumlah poin yang akan dibahas, sedangkan topik yang spesifik membantu pembaca menilai relevansinya sebelum membuka halaman.

Untuk konten kedai kopi, pola serupa dapat diterapkan melalui judul "6 Jenis Biji Kopi untuk Kopi Susu di Rumah dan Cara Memilihnya". Judul tersebut menjelaskan jumlah pembahasan sekaligus manfaat yang akan diperoleh pembaca.

6. Teknik Scarcity

Teknik kelangkaan atau scarcity menonjolkan keterbatasan stok, kuota, maupun waktu mampu untuk mendorong keputusan pembelian. Namun, efektivitasnya bergantung pada informasi yang benar. Batas waktu atau jumlah produk yang dibuat seolah-olah terbatas dapat menyesatkan pembeli dan merusak kepercayaan terhadap brand.

Booking.com pernah menampilkan pesan "only 1 room left on our site" pada hasil pencarian. Pemeriksaan Which? pada September 2019 menemukan bahwa 5 dari 10 pesan kelangkaan yang diperiksa tidak sesuai dengan ketersediaan sebenarnya. Meskipun merupakan copywriting yang baik, contoh ini menunjukkan pentingnya memastikan bahwa klaim mengenai stok atau ketersediaan didukung data yang akurat.

Untuk usaha katering, copywriting kelangkaan dapat digunakan ketika jumlah produksi memang dibatasi. Misalnya, "Menu spesial akhir pekan tersedia untuk 30 porsi. Pemesanan ditutup Kamis pukul 20.00 atau ketika seluruh porsi habis."

7. Social Proof yang Spesifik

Bukti sosial atau social proof memanfaatkan pengalaman dan penilaian orang lain untuk membantu calon pembeli mengevaluasi produk. Bentuknya dapat berupa ulasan, testimonial, jumlah pembelian, atau label berdasarkan penilaian pelanggan. Agar lebih meyakinkan, informasi tersebut harus berasal dari data yang dapat diverifikasi dan relevan dengan kebutuhan calon pembeli.

Tokopedia menggunakan label "Produk Terlaris" untuk membantu calon pembeli mengenali produk berdasarkan kriteria tertentu. Sementara itu, Bebelac Gold menggunakan pesan "9 dari 10 ibu percaya Triple A di Bebelac GOLD maksimalkan kecerdasan si Kecil". Pesan tersebut memanfaatkan hasil survei sebagai bukti sosial untuk membangun kepercayaan terhadap produk. Berdasarkan keterangan pada materi promosi, klaim ini merujuk pada survei Home Tester Indonesia terhadap 252 anggotanya pada Oktober 2024.

Untuk jasa fotografi keluarga, social proof juga dapat ditampilkan melalui rating dan review customer. Misalnya, apabila benar didukung data, bisnis dapat mencantumkan "Rating 4,9 dari 5 berdasarkan 120 ulasan" disertai testimoni customer mengenai pengalaman sesi foto. 

8. Storytelling Singkat tentang Asal Produk

Storytelling menggunakan cerita untuk menjelaskan latar belakang, proses, atau alasan sebuah produk hadir. Dibandingkan hanya menyampaikan keunggulan, cerita yang spesifik dapat membantu calon pembeli memahami identitas produk dan mengingatnya. Teknik ini cocok untuk makanan, produk buatan tangan, maupun bisnis yang memiliki proses atau sejarah menarik untuk dibagikan.

Kecap Bango dapat dijadikan contoh storytelling dengan menonjolkan kedekatan brand dengan bahan baku lokal, khususnya kedelai hitam Malika. Fokus ceritanya bukan sekadar menjelaskan bahan yang digunakan, tetapi juga menghubungkan bahan tersebut dengan karakter dan proses pembuatan produk.

Untuk usaha sambal rumahan, pendekatan storytelling dapat dimulai dari alasan produk dibuat. Misalnya, "Berawal dari resep keluarga yang disajikan saat makan bersama, sambal ini kini tersedia dalam kemasan yang praktis agar lebih mudah dinikmati di rumah."

9. CTA Spesifik pada Tombol dan Penutup

Call to action (CTA) mengarahkan pembaca menuju tindakan berikutnya, seperti membeli produk, mendaftar, atau mencoba layanan. CTA yang spesifik membantu mengurangi ketidakjelasan karena pembaca dapat memperkirakan apa yang akan terjadi setelah tombol ditekan. Karena itu, pilihan kata perlu disesuaikan dengan tindakan yang tersedia, bukan sekadar dibuat singkat.

Halaman Spotify Premium Indonesia menggunakan tombol "Coba 2 bulan seharga Rp 59.900" pada penawaran yang dicantumkan dalam naskah ini. Kalimat tersebut menggabungkan tindakan, durasi, dan harga sehingga calon pembeli dapat memahami penawarannya sebelum melanjutkan. Namun, harga dan ketentuan berlangganan dapat berubah, sehingga informasi tersebut perlu diperiksa kembali sebelum digunakan.

Untuk kelas memasak online, CTA dapat dibuat lebih spesifik, misalnya tombol "Lihat Jadwal Kelas" yang mengarahkan pembaca ke pilihan sesi. Jika bisnis menawarkan kelas percobaan, tombol "Coba Kelas Pertama" dapat digunakan selama penawaran dan ketentuannya dijelaskan dengan jelas.

10. Pertanyaan Pemicu di Awal Teks

Pertanyaan pemicu digunakan untuk menghubungkan pembuka teks dengan pengalaman atau kebutuhan calon pembeli. Teknik ini dapat digunakan pada caption, email, dan iklan singkat, terutama ketika pertanyaannya relevan dengan masalah yang ingin diselesaikan. Namun, pertanyaan tidak otomatis membuat pembaca tertarik. Konteks dan jawaban yang ditawarkan tetap menentukan apakah mereka akan melanjutkan membaca.

Nike menggunakan pertanyaan sebagai inti campaign “Why Do It?” yang diluncurkan pada 4 September 2025. Campaign ini memperbarui semangat slogan “Just Do It” dengan mengajak generasi muda mempertanyakan alasan mereka untuk mencoba, berkompetisi, dan mengejar pencapaian. Melalui pertanyaan tersebut, Nike mendorong audiens untuk merefleksikan motivasi mereka sendiri, didukung penampilan atlet seperti Carlos Alcaraz, Caitlin Clark, dan LeBron James.

Untuk jasa servis pendingin ruangan, contoh copywriting-nya dapat berbunyi, "Pendingin ruangan menyala, tetapi ruangan tetap terasa panas? Jadwalkan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai."

Baca juga: 12 Contoh Poster Promosi yang Menarik Perhatian dan Cara Membuatnya

Cara Memilih Contoh Copywriting yang Sesuai dengan Bisnis Anda

Memilih teknik copywriting sebaiknya dimulai dari kebutuhan calon pembeli, bukan sekadar mengikuti formula yang sedang populer. Pembeli yang baru mengenal produk membutuhkan informasi yang berbeda dari calon pembeli yang sudah membandingkan harga dan hampir menyelesaikan transaksi.

Untuk menarik perhatian pembeli baru, headline berangka dan storytelling dapat membantu memperkenalkan topik atau identitas produk. Sementara itu, AIDA dapat digunakan untuk menyusun pesan secara bertahap pada halaman penjualan. Jika calon pembeli sudah tertarik tetapi masih ragu, bukti sosial, penjelasan manfaat melalui FAB, atau CTA yang lebih spesifik dapat membantu menjawab pertimbangan mereka.

Namun, tidak ada satu formula yang selalu menghasilkan conversion terbaik untuk setiap bisnis. Uji copywriting pada satu halaman atau campaign terlebih dahulu, lalu bandingkan hasilnya berdasarkan tujuan yang relevan, seperti click-through rate, penambahan produk ke keranjang, atau conversion. Dengan begitu, keputusan tidak hanya didasarkan pada asumsi bahwa kalimat tertentu terdengar lebih menarik.

Copywriting yang baik juga perlu didukung distribusi konten yang tepat agar calon pembeli dapat menemukannya. Anda dapat mempertimbangkan jasa backlink blog dari seedbacklink untuk membantu memperluas jangkauan konten melalui blog yang relevan. Pemilihan website tetap perlu mempertimbangkan relevansi topik, kualitas konten, dan manfaatnya bagi audiens, bukan hanya jumlah backlink.

Beri nilai artikel ini:

4.5/5 (58 votes)

Tandai kami agar artikel terbaru kami selalu muncul untuk Anda.

Add as a preferred source on Google
Tampil di Media & Blog Made Easy! Daftar Sekarang di seedbacklink