Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan pengguna ChatGPT semakin banyak, hal tersebut terjadi karena AI ini telah mencuri perhatian dunia berkat kemampuannya yang luar biasa dalam menjawab pertanyaan dan menyelesaikan berbagai tugas. Meskipun saat ini ChatGPT masih berada jauh di bawah Google dalam hal jumlah pencarian, tetapi pertumbuhannya sangat pesat.
Dalam sebuah artikel di Ahrefs Blog yang ditulis oleh Patrick Stox berjudul ChatGPT Has 12% of Google’s Search Volume but Google Sends 190x More Traffic to Websites, terungkap bahwa meskipun ChatGPT mencatatkan 2,5 miliar prompt per hari, volumenya hanya setara 18% dari total pencarian Google yang mencapai 13,7 miliar pencarian per hari.
Hal yang menarik adalah sekitar 65% penggunaan ChatGPT adalah aktivitas yang sebelumnya dilakukan di Google, seperti mencari informasi, coding, dan terjemahan. Mari, kita bahas data pada artikel Patrick Stox lebih rinci, agar memahami perilaku pengguna ChatGPT dan Google, serta bagaimana hal ini mempengaruhi SEO.
Baca juga: Berbagai Aspek dalam Prompt Ketika Ingin Membuat Konten dengan AI
Menurut penelitian yang dilakukan oleh OpenAI dan Harvard, hanya sebagian kecil dari prompt ChatGPT yang dapat dikategorikan sebagai pencarian murni. Berdasarkan analisis 1,5 juta percakapan, riset menunjukkan bahwa 24% dari prompt adalah pencarian murni (pure search), sementara 51,6% lainnya adalah untuk meminta saran, perspektif, atau wawasan yang lebih luas. Sisanya adalah untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu, seperti penulisan teks atau analisis data.
Dengan demikian, sekitar 12% dari volume prompt ChatGPT sebenarnya berfungsi sebagai pencarian (search queries). Meskipun demikian, peran ChatGPT sebagai "asisten percakapan" jauh lebih besar, di mana pengguna ChatGPT mendapatkan jawaban langsung tanpa harus mengunjungi situs web lain.
Salah satu indikator penting dalam mengukur efektivitas mesin pencari adalah Click-Through Rate (CTR). Google memiliki CTR yang sangat tinggi, sekitar 29,2%. Angka ini disebabkan oleh desain Google yang memang mengarahkan pengguna untuk mengunjungi website lainnya. Sebagai contoh, ketika pengguna mencari sesuatu di Google, hasil pencarian akan mencakup tautan yang mengarah ke berbagai halaman web.
Di sisi lain, ChatGPT memiliki CTR yang sangat rendah, hanya sekitar 1,3% untuk kategori pencarian. Ini berarti bahwa hanya sebagian kecil dari interaksi pengguna ChatGPT yang berujung pada klik untuk melihat informasi lebih lanjut di luar platform. Angka ini 96% lebih rendah dibandingkan dengan CTR Google.
Hal ini menggambarkan bagaimana perilaku pengguna yang menggunakan ChatGPT lebih terfokus pada mendapatkan jawaban langsung dalam platform tersebut, alih-alih mencari informasi lebih lanjut di website eksternal.
Dalam sebuah artikel di Ahrefs Blog yang ditulis oleh Patrick Stox berjudul ChatGPT Has 12% of Google’s Search Volume but Google Sends 190x More Traffic to Websites, terungkap bahwa meskipun ChatGPT mencatatkan 2,5 miliar prompt per hari, volumenya hanya setara 18% dari total pencarian Google yang mencapai 13,7 miliar pencarian per hari.
Hal yang menarik adalah sekitar 65% penggunaan ChatGPT adalah aktivitas yang sebelumnya dilakukan di Google, seperti mencari informasi, coding, dan terjemahan. Mari, kita bahas data pada artikel Patrick Stox lebih rinci, agar memahami perilaku pengguna ChatGPT dan Google, serta bagaimana hal ini mempengaruhi SEO.
Baca juga: Berbagai Aspek dalam Prompt Ketika Ingin Membuat Konten dengan AI
Aspek Perbandingan Antara Google dan ChatGPT
Untuk memahami dampak ChatGPT terhadap SEO, pertama-tama kita perlu membandingkan kedua pengguna chatGPT dan Google dari beberapa aspek penting. Berikut adalah perbandingan antara Google dan ChatGPT berdasarkan beberapa metrik utama:1. Aktivitas Harian
Google memiliki volume pencarian yang sangat besar, mencapai 13,7 miliar pencarian setiap harinya. Sementara itu, ChatGPT mencatatkan 2,5 miliar prompt per hari, yang setara dengan sekitar 18% dari volume pencarian Google.2. Model Bisnis
Model bisnis Google dan ChatGPT sangat berbeda. Google mengarahkan penggunanya ke website eksternal dengan tujuan untuk memberi informasi yang lebih lengkap melalui tautan. Sementara itu, pengguna ChatGPT tetap berada dalam platformnya, salah satu model Generative AI ini memang dirancang untuk memberikan pengalaman berbasis percakapan yang langsung memberikan jawaban atau menyelesaikan tugas.3. Sumber Trafik
Google dikenal sebagai "pintu" menuju website, mengarahkan 40% dari total trafik internet ke berbagai website. Di sisi lain, ChatGPT hanya menyumbang 0,21% dari trafik website, yang menunjukkan bahwa meskipun jumlah penggunanya banyak, ChatGPT tidak banyak mengirimkan pengunjung ke website eksternal.Tidak Semua Prompt ChatGPT adalah "Search"
Menurut penelitian yang dilakukan oleh OpenAI dan Harvard, hanya sebagian kecil dari prompt ChatGPT yang dapat dikategorikan sebagai pencarian murni. Berdasarkan analisis 1,5 juta percakapan, riset menunjukkan bahwa 24% dari prompt adalah pencarian murni (pure search), sementara 51,6% lainnya adalah untuk meminta saran, perspektif, atau wawasan yang lebih luas. Sisanya adalah untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu, seperti penulisan teks atau analisis data.
Dengan demikian, sekitar 12% dari volume prompt ChatGPT sebenarnya berfungsi sebagai pencarian (search queries). Meskipun demikian, peran ChatGPT sebagai "asisten percakapan" jauh lebih besar, di mana pengguna ChatGPT mendapatkan jawaban langsung tanpa harus mengunjungi situs web lain.
Pengguna ChatGPT Tetap di Dalam Platform
Salah satu perbedaan utama antara Google dan ChatGPT adalah cara mereka berinteraksi dengan penggunanya. Google dirancang untuk mengarahkan pengguna keluar ke website yang relevan. Sebaliknya, ChatGPT berfokus pada pengalaman percakapan yang menahan pengguna di dalam platform. Hal ini membuat ChatGPT lebih mirip dengan asisten digital yang memberikan jawaban langsung tanpa perlu membuka halaman web. Meskipun ChatGPT memiliki sekitar 1,6 miliar query pencarian per hari, yang setara dengan sekitar 12% dari volume pencarian Google, ChatGPT tidak banyak mengarahkan trafik ke website eksternal. Google, dengan sistemnya yang mendesain hasil pencarian untuk mengarah ke website terkait, tetap menjadi sumber trafik utama bagi banyak website di internet.Perbedaan CTR Google vs. ChatGPT
Salah satu indikator penting dalam mengukur efektivitas mesin pencari adalah Click-Through Rate (CTR). Google memiliki CTR yang sangat tinggi, sekitar 29,2%. Angka ini disebabkan oleh desain Google yang memang mengarahkan pengguna untuk mengunjungi website lainnya. Sebagai contoh, ketika pengguna mencari sesuatu di Google, hasil pencarian akan mencakup tautan yang mengarah ke berbagai halaman web.
Di sisi lain, ChatGPT memiliki CTR yang sangat rendah, hanya sekitar 1,3% untuk kategori pencarian. Ini berarti bahwa hanya sebagian kecil dari interaksi pengguna ChatGPT yang berujung pada klik untuk melihat informasi lebih lanjut di luar platform. Angka ini 96% lebih rendah dibandingkan dengan CTR Google.
Hal ini menggambarkan bagaimana perilaku pengguna yang menggunakan ChatGPT lebih terfokus pada mendapatkan jawaban langsung dalam platform tersebut, alih-alih mencari informasi lebih lanjut di website eksternal.








