Dalam pengembangan software, terutama aplikasi berbasis web, struktur kode yang rapi dan terorganisir sangatlah penting. Salah satu pola arsitektur yang paling umum digunakan adalah MVC, singkatan dari Model-View-Controller.
Konsep ini tidak hanya membantu pengembang dalam membangun aplikasi yang modular, tetapi juga memudahkan proses pemeliharaan dan pengembangan berkelanjutan.
Bagi Anda yang terlibat dalam proyek pengembangan website, memahami struktur MVC akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang cara kerja sistem di balik layar. Berikut ini pembahasan mengenai pengertian MVC, cara kerjanya, dan istilah-istilah penting yang terkait dengan arsitektur ini.
MVC (Model-View-Controller) adalah pola desain arsitektur yang memisahkan aplikasi ke dalam tiga komponen utama: Model, View, dan Controller. Tujuan utama dari pemisahan ini adalah untuk mengorganisasi kode agar lebih mudah dikembangkan, diuji, dan diatur secara terstruktur.
Secara singkat:
Apa Itu MVC?
MVC (Model-View-Controller) adalah pola desain arsitektur yang memisahkan aplikasi ke dalam tiga komponen utama: Model, View, dan Controller. Tujuan utama dari pemisahan ini adalah untuk mengorganisasi kode agar lebih mudah dikembangkan, diuji, dan diatur secara terstruktur.
Secara singkat:
- Model menangani data dan logika bisnis.
- View bertanggung jawab untuk menampilkan data ke pengguna.
- Controller mengatur alur antara pengguna, data, dan tampilan.
Cara Kerja MVC dalam Aplikasi
Berikut alur kerja sederhana dari arsitektur MVC:- User melakukan aksi, seperti mengklik tombol atau mengirim form.
- Aksi tersebut ditangani oleh Controller, yang memproses permintaan dan menentukan tindakan selanjutnya.
- Controller akan berinteraksi dengan Model untuk mengambil atau memperbarui data.
- Setelah itu, data dari Model akan dikirim ke View untuk ditampilkan kepada user.








