Calon pembeli yang sudah siap membeli umumnya hanya mempertimbangkan beberapa nama yang sudah akrab di benaknya. Brand yang belum dikenal audiens sering kali tidak pernah masuk ke daftar itu. Peluang penjualan pun berpindah ke pesaing tanpa sempat terlihat di laporan. Padahal social media marketing yang terarah dapat membuat brand hadir lebih sering di depan audiens yang tepat.
Brand kamu mau coba social media marketing juga? Simak penjelasannya di bawah ini!
7 Strategi Social Media Marketing untuk Membangun Brand Awareness
Berikut tujuh strategi social media marketing yang bisa dicoba.
1. Susun Content Pillar yang Konsisten
Akun yang topiknya berganti-ganti membuat audiens sulit mengingat brand itu bergerak di bidang apa. Content pillar mengatasi masalah ini karena setiap post selalu kembali ke tiga sampai empat tema tetap, misalnya edukasi, produk, di balik layar, dan cerita customer.
Dalam social media marketing, ritme post yang teratur sama pentingnya dengan kualitas kreatif, dan TikTok pun menyarankan post berkualitas yang rutin. Tentukan jadwal yang realistis bagi tim, misalnya tiga post per pekan, lalu pertahankan selama beberapa pekan sebelum menilai hasilnya.
2. Prioritaskan Video Pendek
Video pendek dapat sampai ke audiens yang belum mengikuti akun karena didorong lewat halaman rekomendasi, bukan hanya lewat daftar follower. Di TikTok, jumlah follower dan performa video sebelumnya bukan faktor langsung dalam rekomendasi, sehingga akun baru tetap punya peluang.
Pilih format yang masih mungkin direkomendasikan ke audiens baru. Instagram Reels yang lebih panjang dari tiga menit tidak direkomendasikan ke audiens baru, sedangkan YouTube Shorts dibatasi sampai tiga menit. Selain itu, caption, suara, dan hashtag termasuk informasi yang dibaca TikTok untuk merekomendasikan video, jadi isilah ketiganya dengan kata yang jelas.
3. Rapikan Profil dan Bio
Profil yang membingungkan dapat membuat minat calon pembeli hilang begitu saja, padahal profil adalah halaman pertama yang dibuka setelah satu post menarik perhatian. Tiga dari lima orang Indonesia memakai social media sebagai channel utama untuk riset brand secara online, sehingga bagian social media marketing yang satu ini layak dirapikan lebih dulu.
Pakai nama brand dan username yang sama di setiap platform, lalu tulis bio yang menyebut produk, area layanan, dan langkah berikutnya bagi pengunjung. Pencarian Instagram mencocokkan teks dari username, bio, caption, dan hashtag, jadi coba untuk sisipkan keyword yang berpotensi dicari calon pembeli, terutama di caption.
4. Bangun Interaksi dan Komunitas
Balasan comment yang cepat dan relevan merupakan bagian dari community management untuk membangun brand trust dan menjaga kualitas interaksi dengan audiens. Komentar di social media juga menjadi touchpoint discovery bagi 32,6% orang Indonesia. TikTok turut merekomendasikan brand untuk berinteraksi dengan audiens melalui kolom komentar pada konten maupun live streaming.
Untuk memperkuat audience retention, brand juga dapat membangun community di luar kolom comment. Facebook memungkinkan bisnis mengelola grup menggunakan halaman bisnis sebagai admin, sementara Instagram Broadcast Channels menyediakan ruang distribusi konten eksklusif melalui teks, video, voice note, dan polling.
Mulailah dengan memilih kanal yang paling relevan dengan perilaku audiens, lalu tetapkan PIC untuk mengelola interaksi, merespons pertanyaan, dan menjaga engagement secara konsisten.
5. Dorong Konten Buatan Customer
Postingan dari customer yang memperlihatkan produk dipakai dalam kehidupan sehari hari sering kali terasa lebih meyakinkan daripada materi buatan brand sendiri. User generated content juga membantu social media marketing menjangkau lingkungan terdekat customer, bukan hanya followers akun brand.
Fitur Add Yours di Instagram Stories memungkinkan siapa saja ikut menambahkan story ke utas publik yang dibuat brand, misalnya ajakan memperlihatkan cara customer memakai produk.
6. Manfaatkan Fitur Kolaborasi dan Konten Bersama
Reels hasil kerja bersama akun lain dapat dilihat lebih banyak orang daripada Reels yang di-post sendiri. Fitur Collab di Instagram memungkinkan brand mengundang hingga lima kolaborator pada satu Reels sebelum dibagikan, dan undangan yang diterima memperbesar jumlah orang yang dapat melihat konten tersebut.
Pilih mitra usaha yang audiensnya berkaitan tetapi bukan direct kompetitor, misalnya distributor, toko, atau community lain dengan hobi yang relevan. Selain itu, fitur Remix pada Reels memungkinkan video baru direkam berdampingan dengan video akun lain, sehingga dua akun dapat menanggapi topik yang sama setelah ada agreement.
7. Evaluasi Performance-nya Setiap Minggu
Tanpa evaluasi rutin, brand mudah mengulang konten yang tidak bekerja dan melewatkan konten yang sebenarnya disukai audiens. Instagram insights menampilkan pola audiens dan performa post, TikTok menyediakan analitik untuk melihat post terbaik, dan YouTube Studio menampilkan watch time, durasi tonton rata rata, serta laporan audience retention.
Sisihkan satu sesi singkat setiap minggu untuk mencatat tiga atau empat metrik, membandingkannya per content pillar, lalu memutuskan satu eksperimen untuk pekan berikutnya.
Kebiasaan ini membuat social media marketing berjalan sebagai rangkaian eksperimen yang terukur, bukan tebakan. Halaman LinkedIn juga memiliki analitik pengunjung dan follower bagi bisnis dengan audiens profesional.
Baca juga: 5 Strategi Riset Kompetitor Sebelum Menyusun Konten SEO
Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah tabel rangkum ketujuh strategi social media marketing beserta platform yang paling cocok dan metrik yang dapat dicek setiap minggu.

Cara Menjalankan Social Media Marketing Secara Bertahap
Menjalankan tujuh strategi social media marketing sekaligus terdengar berat, padahal Anda dapat memulainya bertahap. Rapikan profil, tetapkan content pillar, dan pilih satu format video pendek lebih dulu, lalu tambahkan interaksi dan evaluasi mingguan setelah ritme tim stabil.
Namun, akun sendiri punya batas jangkauan karena post biasanya hanya akan dilihat oleh audiens yang sudah mengenal brand. Pemberitaan di media yang sudah dipercaya pembaca dapat menjadi salah satu cara lain yang menarik bagi audiens baru, sekaligus memberi alasan tambahan bagi calon pembeli yang sedang membandingkan beberapa brand.
Bila Anda ingin social media marketing didukung kredibilitas dari luar akun sendiri, liputan media dari seedbacklink dapat menjadi pelengkap yang selaras. Ceritakan kebutuhan brand Anda, lalu tentukan media dan sudut cerita yang sesuai dengan target audiens.








