Riset keyword sering dianggap sebagai langkah yang hanya bisa dilakukan brand besar dengan tools berbayar puluhan juta rupiah per tahun. Padahal, banyak tools gratis yang cukup memadai untuk membantu brand menemukan kata kunci yang relevan dengan bisnisnya. Bagi brand dengan budget marketing terbatas, memilih tools yang tepat menjadi kunci agar riset keyword tetap berjalan tanpa membebani anggaran untuk marketing.
Google Keyword Planner adalah tools riset keyword resmi dari Google yang dapat diakses melalui akun Google Ads. Anda tidak perlu menjalankan iklan berbayar untuk menggunakan tools ini, cukup buat akun Google Ads secara gratis lalu masuk ke menu Keyword Planner.
Tools ini menampilkan estimasi search volume, keyword difficulty, serta rentang cost per click untuk setiap keyword. Namun, data search volume yang ditampilkan umumnya berupa rentang angka yang lebar, bukan angka pasti, sehingga kurang presisi dibanding tools berbayar seperti Ahrefs atau Semrush.
Google Trends membantu Anda melihat tren pencarian sebuah keyword dari waktu ke waktu, termasuk perbandingan popularitas antarwilayah di Indonesia. Tools ini sepenuhnya gratis dan tidak memerlukan pendaftaran akun sama sekali.
Data yang ditampilkan berupa minat relatif, bukan search volume dalam angka pasti. Meskipun demikian, Google Trends tetap berguna untuk melihat musim tertentu ketika sebuah keyword ramai dicari, misalnya menjelang Lebaran, musim liburan sekolah, atau momentum tertentu di industri Anda.
Baca juga: 10 Checklist SEO Setelah Website Live
Keyword Surfer adalah extension Chrome gratis dari Surfer SEO yang menampilkan estimasi search volume dan cost per click langsung di halaman hasil pencarian Google. Anda tidak perlu membuat akun untuk memasangnya, cukup unduh ekstensinya dan aktifkan di browser.
Selain search volume, Keyword Surfer juga menampilkan daftar keyword terkait beserta estimasi jumlah kata dari konten pesaing yang muncul di halaman pertama. Kelebihan ini membuat brand bisa langsung mengukur seberapa kompetitif sebuah keyword tanpa harus berpindah tools.
Ahrefs Free Keyword Generator memberikan hingga seratus keyword ideation secara gratis tanpa perlu mendaftar akun. Anda cukup memasukkan satu keyword utama, lalu memilih apakah ingin melihat ide keyword dari Google, Bing, Amazon, atau YouTube.
Tools ini cocok digunakan brand untuk memperluas variasi keyword secara cepat pada tahap awal riset. Namun, data search volume dan keyword difficulty hanya ditampilkan untuk beberapa keyword teratas, sedangkan sisanya memerlukan akun berbayar Ahrefs.
AnswerThePublic mengumpulkan pertanyaan, preposisi, dan perbandingan yang biasa diketikkan orang di search engine terkait sebuah keyword. Tools ini menampilkan hasilnya dalam bentuk visual yang memudahkan brand menemukan sudut pembahasan konten.
Akun gratis AnswerThePublic dibatasi hingga tiga kali pencarian per hari tanpa perlu mendaftar. Batasan ini umumnya masih cukup bagi brand yang melakukan riset keyword secara berkala, bukan setiap hari.
Moz Keyword Explorer menyediakan estimasi search volume, skor keyword difficulty, serta priority score yang menggabungkan volume dan kesulitan dalam satu angka. Skor ini memudahkan brand memilih keyword mana yang layak diprioritaskan lebih dulu.
Akun gratis Moz memberikan jatah sepuluh kali pencarian per bulan. Jatah ini terbilang terbatas, sehingga sebaiknya digunakan untuk memvalidasi priority keyword yang sudah disaring lebih dulu dari tools lain di daftar ini.
QuestionDB berfokus mengumpulkan pertanyaan asli yang pernah diajukan orang di forum dan platform tanya jawab terkait sebuah keyword. Tools ini dapat diakses tanpa pendaftaran akun dan menampilkan hingga lima puluh pertanyaan secara gratis.
Kumpulan pertanyaan ini berguna bagi brand yang ingin membuat konten dengan format FAQ atau artikel yang langsung menjawab kebutuhan audiens. Sayangnya, QuestionDB tidak menyediakan data search volume sama sekali sehingga perlu dipadukan dengan tools lain.
Tujuh Tools Gratis untuk Riset Keyword
Berikut tujuh tools gratis yang dapat Anda pertimbangkan untuk memulai riset keyword, lengkap dengan kelebihan dan batasannya masing masing.1. Google Keyword Planner via Google Ads
Google Keyword Planner adalah tools riset keyword resmi dari Google yang dapat diakses melalui akun Google Ads. Anda tidak perlu menjalankan iklan berbayar untuk menggunakan tools ini, cukup buat akun Google Ads secara gratis lalu masuk ke menu Keyword Planner.
Tools ini menampilkan estimasi search volume, keyword difficulty, serta rentang cost per click untuk setiap keyword. Namun, data search volume yang ditampilkan umumnya berupa rentang angka yang lebar, bukan angka pasti, sehingga kurang presisi dibanding tools berbayar seperti Ahrefs atau Semrush.
2. Google Trends
Google Trends membantu Anda melihat tren pencarian sebuah keyword dari waktu ke waktu, termasuk perbandingan popularitas antarwilayah di Indonesia. Tools ini sepenuhnya gratis dan tidak memerlukan pendaftaran akun sama sekali.
Data yang ditampilkan berupa minat relatif, bukan search volume dalam angka pasti. Meskipun demikian, Google Trends tetap berguna untuk melihat musim tertentu ketika sebuah keyword ramai dicari, misalnya menjelang Lebaran, musim liburan sekolah, atau momentum tertentu di industri Anda.
Baca juga: 10 Checklist SEO Setelah Website Live
3. Keyword Surfer
Keyword Surfer adalah extension Chrome gratis dari Surfer SEO yang menampilkan estimasi search volume dan cost per click langsung di halaman hasil pencarian Google. Anda tidak perlu membuat akun untuk memasangnya, cukup unduh ekstensinya dan aktifkan di browser.
Selain search volume, Keyword Surfer juga menampilkan daftar keyword terkait beserta estimasi jumlah kata dari konten pesaing yang muncul di halaman pertama. Kelebihan ini membuat brand bisa langsung mengukur seberapa kompetitif sebuah keyword tanpa harus berpindah tools.
4. Ahrefs Free Keyword Generator
Ahrefs Free Keyword Generator memberikan hingga seratus keyword ideation secara gratis tanpa perlu mendaftar akun. Anda cukup memasukkan satu keyword utama, lalu memilih apakah ingin melihat ide keyword dari Google, Bing, Amazon, atau YouTube.
Tools ini cocok digunakan brand untuk memperluas variasi keyword secara cepat pada tahap awal riset. Namun, data search volume dan keyword difficulty hanya ditampilkan untuk beberapa keyword teratas, sedangkan sisanya memerlukan akun berbayar Ahrefs.
5. AnswerThePublic
AnswerThePublic mengumpulkan pertanyaan, preposisi, dan perbandingan yang biasa diketikkan orang di search engine terkait sebuah keyword. Tools ini menampilkan hasilnya dalam bentuk visual yang memudahkan brand menemukan sudut pembahasan konten.
Akun gratis AnswerThePublic dibatasi hingga tiga kali pencarian per hari tanpa perlu mendaftar. Batasan ini umumnya masih cukup bagi brand yang melakukan riset keyword secara berkala, bukan setiap hari.
6. Moz Keyword Explorer
Moz Keyword Explorer menyediakan estimasi search volume, skor keyword difficulty, serta priority score yang menggabungkan volume dan kesulitan dalam satu angka. Skor ini memudahkan brand memilih keyword mana yang layak diprioritaskan lebih dulu.
Akun gratis Moz memberikan jatah sepuluh kali pencarian per bulan. Jatah ini terbilang terbatas, sehingga sebaiknya digunakan untuk memvalidasi priority keyword yang sudah disaring lebih dulu dari tools lain di daftar ini.
7. QuestionDB
QuestionDB berfokus mengumpulkan pertanyaan asli yang pernah diajukan orang di forum dan platform tanya jawab terkait sebuah keyword. Tools ini dapat diakses tanpa pendaftaran akun dan menampilkan hingga lima puluh pertanyaan secara gratis.
Kumpulan pertanyaan ini berguna bagi brand yang ingin membuat konten dengan format FAQ atau artikel yang langsung menjawab kebutuhan audiens. Sayangnya, QuestionDB tidak menyediakan data search volume sama sekali sehingga perlu dipadukan dengan tools lain.








