Dinamika dunia marketing dan sales saat ini mengalami perubahan yang sangat signifikan. Jika sebelumnya proses pembelian banyak dipengaruhi oleh interaksi langsung antara calon pembeli dan tim sales, kini pola tersebut telah bergeser. Saat ini, perilaku pembeli sudah berbeda, mereka dengan pengetahuan yang jauh lebih matang, ekspektasi yang lebih tinggi, serta proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan terstruktur.
Perubahan ini tidak lepas dari perkembangan teknologi, terutama kehadiran Artificial Intelligence (AI) dan Large Language Model (LLM) yang semakin mudah diakses. Informasi yang dahulu tersebar dan sulit dikumpulkan, kini dapat diperoleh secara cepat dalam satu platform. Hal ini membuat pembeli tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penjelasan dari sales, melainkan melakukan riset mandiri sebelum menanyakan detail.
6sense, perusahaan teknologi B2B, merilis laporan seperti B2B Buyer Experience Report untuk membantu tim marketing dan sales memahami perilaku pembeli saat ini. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar keputusan pembelian sebenarnya telah terbentuk sebelum pembeli berbicara dengan tim sales dan marketing. Artinya, strategi marketing dan sales harus beradaptasi dengan realitas baru ini.
Dari contoh di di atas, pembeli menunjukkan bahwa ia sudah menyadari kebutuhannya (mengelola tim remote), tetapi belum menentukan solusi atau produk yang akan digunakan.
Pertanyaan di atas menunjukkan bahwa calon pembeli telah mengidentifikasi beberapa opsi dan sedang mengevaluasi mana yang paling sesuai, dengan mempertimbangkan aspek fitur, manfaat, harga, serta kecocokan dengan kondisi atau preferensi
Pada tahap ini, calon pembeli sudah fokus pada efektivitas dan kecocokan solusi terhadap kebutuhan spesifik. Pertanyaan di atas menunjukkan bahwa calon pembeli sedang mengevaluasi opsi terbaik berdasarkan hasil atau performa yang diharapkan.
Pada contoh di atas terlihat bahwa calon pembeli tidak lagi membandingkan berbagai tools, melainkan fokus pada detail pembelian dari produk yang telah dipilih. Seharusnya, proses transaksi seperti melakukan registrasi, checkout, atau menghubungi sales untuk closing akan terjadi.
Kita dapat melihat dari contoh fase pembelian di atas, perilaku pembeli dalam mencari informasi sudah bisa lebih cepat menggunakan AI, dalam hal ini ChatGPT. Bahkan, hanya dalam beberapa menit saja calon pembeli sudah bisa mendapatkan banyak informasi tentang produk atau layanan.
Tidak mengherankan, apabila banyak pembeli akhirnya memilih produk atau layanan yang direkomendasikan oleh platform berbasis AI. Hal ini menunjukkan bahwa AI menjadi faktor penting dalam proses evaluasi produk atau jasa. Pembeli menggunakan AI untuk memahami fitur, membandingkan keunggulan, hingga memvalidasi klaim dari pdouk atau layanan tertentu. Sehingga dapat dikatakan, AI berperan sebagai akselerator dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan.
Perilaku Pembeli B2B Saat Ini
Untuk memahami bagaimana strategi harus disusun, Anda perlu melihat bagaimana perilaku pembeli B2B telah berkembang. Pembeli saat ini tidak lagi berada pada posisi pasif, melainkan aktif dalam mencari, membandingkan, dan mengevaluasi berbagai solusi yang tersedia di pasar.1. Peran AI & LLM dalam Proses Pembelian
Perubahan fundamental dalam perilaku pembeli adalah meningkatnya penggunaan AI dan LLM dalam proses riset. Sebanyak 9 dari 10 pembeli menggunakan LLM untuk melakukan riset sebelum mengambil keputusan. Berikut merupakan penggambaran secara terstruktur customer journey saat riset menggunakan AI:Fase Awareness
Di awal, fase awareness merupakan tahap pertama customer journey, di mana calon pelanggan memiliki suatu kebutuhan, masalah, atau peluang yang perlu diselesaikan. Biasanya, melakukan pencarian informasi secara umum, namun belum memiliki preferensi terhadap produk atau brand tertentu.
Dari contoh di di atas, pembeli menunjukkan bahwa ia sudah menyadari kebutuhannya (mengelola tim remote), tetapi belum menentukan solusi atau produk yang akan digunakan.
Fase Consideration
Fase consideration merupakan tahap lanjutan setelah awareness, di mana calon pelanggan sudah memahami kebutuhan atau masalahnya dan mulai secara aktif mencari serta membandingkan berbagai solusi yang tersedia.
Pertanyaan di atas menunjukkan bahwa calon pembeli telah mengidentifikasi beberapa opsi dan sedang mengevaluasi mana yang paling sesuai, dengan mempertimbangkan aspek fitur, manfaat, harga, serta kecocokan dengan kondisi atau preferensi
Fase Evaluation
Fase evaluation merupakan tahap lanjutan setelah consideration, di mana calon pelanggan sudah mempersempit pilihan dan mulai melakukan penilaian yang lebih mendalam terhadap solusi yang paling relevan.
Pada tahap ini, calon pembeli sudah fokus pada efektivitas dan kecocokan solusi terhadap kebutuhan spesifik. Pertanyaan di atas menunjukkan bahwa calon pembeli sedang mengevaluasi opsi terbaik berdasarkan hasil atau performa yang diharapkan.
Fase Decision
Fase decision adalah tahap ketika audiens mengambil keputusan akhir dengan memilih produk atau layanan tertentu. Pada tahap ini, calon pembeli sudah tahu pilihan produk atau layanan yang akan dibeli.
Pada contoh di atas terlihat bahwa calon pembeli tidak lagi membandingkan berbagai tools, melainkan fokus pada detail pembelian dari produk yang telah dipilih. Seharusnya, proses transaksi seperti melakukan registrasi, checkout, atau menghubungi sales untuk closing akan terjadi.
Kita dapat melihat dari contoh fase pembelian di atas, perilaku pembeli dalam mencari informasi sudah bisa lebih cepat menggunakan AI, dalam hal ini ChatGPT. Bahkan, hanya dalam beberapa menit saja calon pembeli sudah bisa mendapatkan banyak informasi tentang produk atau layanan.
Tidak mengherankan, apabila banyak pembeli akhirnya memilih produk atau layanan yang direkomendasikan oleh platform berbasis AI. Hal ini menunjukkan bahwa AI menjadi faktor penting dalam proses evaluasi produk atau jasa. Pembeli menggunakan AI untuk memahami fitur, membandingkan keunggulan, hingga memvalidasi klaim dari pdouk atau layanan tertentu. Sehingga dapat dikatakan, AI berperan sebagai akselerator dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan.








